Bandara Soekarno-Hatta Bersihkan Abu Vulkanik dan Lanjutkan Operasi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah membersihkan seluruh runway, taxiway, dan apron dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan kembali melanjutkan operasional penerbangan pada Selasa, 8 September 2026.
Pihak bandara memastikan prosedur keselamatan penerbangan dijalankan dengan ketat termasuk koordinasi dengan maskapai agar proses penerbangan aman dan nyaman.
Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan, "Termasuk kesiapan runway, kesiapan taxiway, kesiapan apron, dan kesiapan alat-alat pendukung keselamatan penerbangan lainnya. Kami secara periodik telah melakukan pembersihan debu, baik di runway, taxiway, maupun apron."
Yudistiawan juga menambahkan, "Sebelum dioperasikan kami semua prinsipnya dunia penerbangan itu adalah mengutamakan keselamatan penerbangan. Sehingga ada prosedur yang telah dijalankan oleh pihak bandara maupun pihak maskapai."
Meski sudah beroperasi, Bandara Soekarno-Hatta belum pulih sepenuhnya. Beberapa penerbangan masih dibatalkan atau tertunda karena penataan jadwal dan kesiapan kru serta rotasi pesawat.
"Iya, itu merupakan bagian yang sedang ditata, berkaitan dengan rotasi pesawat, kesiapan kru, dan lain-lain. Betul (maskapai perlu menata soal jadwal penerbangannya)," ujar Yudistiawan.
Yudistiawan berharap kondisi penataan jadwal penerbangan dapat segera membaik dan kemungkinan normal kembali besok.
Menurut data terbaru, Bandara Soekarno-Hatta melayani 896 penerbangan hingga tengah malam dengan jumlah penumpang sekitar 113 ribu orang pada hari tersebut.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa penerbangan menuju Jawa Tengah yang sempat terganggu akibat abu vulkanik kini sudah kembali normal.
"Untuk gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik, alhamdulillah hari ini sudah dibuka," kata Taj Yasin saat menghadiri acara di Wonosobo.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara untuk memastikan mobilitas kafilah MTQ Nasional 2026 tetap lancar meski ada kemungkinan penutupan bandara secara insidental.
"Kalau nanti ada penutupan beberapa bandara, mereka harus dialihkan. Mungkin akan ada transit-transit di bandara-bandara penunjang," ujar Taj Yasin.
Pemprov Jawa Tengah juga mendapat dukungan dari maskapai yang menambah satu penerbangan dan memberikan potongan harga tiket bagi kafilah MTQ.
"Kami ucapkan terima kasih, dan ada penambahan satu flight Garuda ke Jawa Tengah," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow