Bangkai Pesawat Pan Am Clipper Endeavor Ditemukan di Kedalaman 600 Meter

Smallest Font
Largest Font

Bangkai pesawat Pan American Airways Douglas DC-4 Clipper Endeavor berhasil ditemukan di kedalaman 600 meter di lepas pantai Puerto Riko pada awal Juni 2026. Penemuan ini mengakhiri pencarian selama 74 tahun atas tragedi jatuhnya pesawat pada 11 April 1952 yang menewaskan 52 orang.

Tim pencari menggunakan wahana bawah air HUGIN AUV milik Deep Sea Vision dalam penyelidikan tujuh tahun yang dipimpin Air/Sea Heritage Foundation bersama program Expedition Unknown Discovery Channel. Survei fotografi mengonfirmasi identitas bangkai pesawat yang terbelah dua tersebut melalui logo bersayap Pan Am dan nama pesawat yang masih terlihat pada badan aluminium.

Pesawat tersebut jatuh sembilan menit setelah lepas landas dari San Juan menuju New York akibat kegagalan fungsi dua mesin. Seluruh 69 penumpang dan kru selamat saat pendaratan darurat di laut, namun 52 penumpang tewas tenggelam dalam waktu tiga menit karena ketiadaan pengarahan keselamatan dan hambatan bahasa.

Sejarawan penerbangan dan maritim Russ Matthews menyatakan bahwa ia menemukan kisah Clipper Endeavor saat meneliti kecelakaan Pan Am lainnya.

"Saya pertama kali mengetahui tentang Clipper Endeavor saat meneliti kecelakaan Pan Am yang sama sekali berbeda dan merasa heran bahwa cerita penting seperti ini sebagian besar telah memudar dari ingatan publik," kata Russ Matthews, Presiden Air/Sea Heritage Foundation.

Penyelidikan berlanjut dengan meneliti arsip resmi Puerto Riko, kesaksian penyintas, serta peta yang dibuat pilot Angkatan Udara AS untuk menemukan lokasi presisi.

"Ceritanya sangat kuat dan dampaknya sangat luas," kata Russ Matthews, Presiden Air/Sea Heritage Foundation.

Penjelajah dan presenter Discovery Channel Josh Gates menilai kecelakaan bersejarah ini membawa perubahan permanen pada regulasi penerbangan sipil dunia.

"Setiap kali Anda naik pesawat saat ini, Anda berada dalam kondisi yang lebih aman karena apa yang terjadi pada Clipper Endeavor dan para penumpangnya tiga perempat abad yang lalu," kata Josh Gates, presenter Expedition Unknown.

Gates juga menceritakan momen emosional saat citra sonar pertama kali menunjukkan keberadaan bangkai pesawat di dasar samudra.

"Ketika gambar-gambar kembali dari AUV, kami semua terperanjat. Melihat badan pesawat aluminium yang cerah bersinar kembali kepada kami dari dasar laut adalah momen yang sangat emosional," kata Josh Gates, presenter Expedition Unknown.

Pencarian ini diharapkan memberikan kedamaian bagi keluarga korban serta mengingatkan publik akan sejarah keselamatan penerbangan.

"Saya berharap penemuan bersejarah ini membawa kedamaian bagi keluarga mereka yang berada di dalam pesawat dan berfungsi untuk mengingatkan publik penerbangan saat ini akan utang peringatan yang kita miliki untuk penerbangan fatal ini," kata Josh Gates, presenter Expedition Unknown.

"Ini adalah kecelakaan yang secara mendasar merombak dunia penerbangan seperti yang kita kenal," kata Josh Gates, presenter Expedition Unknown.

Tragedi yang dikenal sebagai "Good Friday Tragedy" ini mendorong Badan Penerbangan Sipil AS mewajibkan peragaan prosedur darurat serta ketersediaan baju pelampung sebelum penerbangan. Tim peneliti kini sedang berdiskusi dengan pemerintah Puerto Riko untuk melindungi lokasi bangkai pesawat dan merencanakan pembuatan monumen peringatan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed