Bangladesh Berpeluang Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional sepak bola Bangladesh berpeluang besar mengisi slot kosong di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Federasi Sepak Bola Seluruh India mengundurkan diri dari kompetisi. Kepastian mundurnya India dipicu bentrok jadwal dengan laga persahabatan melawan Brasil di Kolkata pada 3 Oktober 2026.

Pengunduran diri India membuat persaingan di Grup A semula hanya menyisakan tiga peserta, yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Federasi Sepak Bola Bangladesh kemudian memulai diskusi formal dengan FIFA guna menyikapi kekosongan tempat tersebut.

Presiden Federasi Sepak Bola Seluruh India Kalyan Chaubey mengonfirmasi prioritas pembatalan keikutsertaan timnya pada ajang regional ini.

"Kami tidak dapat berpartisipasi dalam FIFA ASEAN Cup karena komitmen kami dengan federasi sepak bola Brasil," ujar Presiden AIFF Kalyan Chaubey.

Chaubey menambahkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama badan sepak bola dunia demi memuluskan rencana laga internasional tersebut.

"Kami telah memberi tahu FIFA, dan para pejabat terkait memahami alasan mengapa kami terpaksa mengambil keputusan ini," jelas Chaubey.

Pihak AIFF turut membeberkan batasan teknis yang dialami tim nasional mereka selama kalender internasional berlangsung.

"Ada kendala teknis juga karena hanya empat pertandingan yang bisa dimainkan selama jeda internasional. Kami telah menginformasikan hal ini kepada FIFA dan para pejabat terkait sudah memahami alasan kami terpaksa mengambil keputusan ini," kata perwakilan AIFF.

Laga uji coba menghadapi tim papan atas dunia dinilai sebagai momentum berharga bagi perkembangan sepak bola di negara tersebut.

"Menghadapi Brasil mungkin adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah sesuatu yang dapat mempromosikan olahraga ini di seluruh negara kami," lanjut pernyataan AIFF.

Dari kubu Bangladesh, persetujuan internal telah dicapai usai menerima kabar pengunduran diri India pada Jumat 14 Agustus 2026.

"FIFA ingin mengetahui rencana kami untuk jendela transfer September dan apakah kami siap bermain di Piala ASEAN," kata Wakil Presiden BFF Fahad Karim.

Proses administrasi dan kesiapan tim sedang dimaksimalkan sembari menunggu konfirmasi akhir dari FIFA.

"Kami telah merinci rencana kami kepada FIFA. Diskusi mengenai keikutsertaan di Piala ASEAN telah dimulai," lanjut Karim.

Persiapan teknis pun langsung dimatangkan oleh jajaran pengurus federasi untuk menyambut ajang ini.

"Kami sekarang secara resmi menunggu keputusan FIFA. Namun, kami telah memulai persiapan untuk berpartisipasi dalam turnamen ini," sambungnya.

Anggota Komite Pengembangan BFF Sayeed Hassan Kanan menjelaskan kronologi keputusan darurat yang diambil federasi.

"Begitu undangan tiba hari ini (Jumat), presiden kami tiba-tiba menelepon dalam keadaan darurat," kata Kanan.

Opsi untuk berpartisipasi di Asia Tenggara dinilai lebih menguntungkan dibandingkan agenda alternatif lainnya.

"Beliau memberi tahu kami bahwa ada peluang yang muncul karena India menarik diri dari turnamen. Kami memiliki dua pilihan: pertama, menyelenggarakan turnamen empat negara di Dhaka, dan kedua, bermain di Piala ASEAN," tambah Kanan.

Kesepakatan bulat diambil oleh seluruh jajaran pengurus setelah mempertimbangkan efisiensi biaya dan manfaat kompetisi.

"Ketika presiden meminta kami, kami semua sepakat untuk bermain di Piala ASEAN," tutur Kanan.

Fasilitas akomodasi dan transportasi yang ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara menjadi pertimbangan utama.

"Karena kami tidak mengeluarkan biaya apa pun di sana—tiket pesawat, biaya hotel ditanggung, dan kami bahkan mungkin mendapatkan beberapa dana—biaya di sini benar-benar nol. Lebih jauh lagi, bermain di Piala ASEAN berarti berpartisipasi dalam turnamen FIFA, yang meningkatkan hubungan dan keterlibatan kami dengan FIFA," lanjutnya.

Aspek kualitas lawan uji coba internasional juga menjadi dorongan kuat bagi skuad Bangladesh.

"Kami memberikan lebih banyak prioritas pada hal itu. Kami tidak lagi berpikir di tingkat lokal. Untuk meningkatkan performa tim kami, kami harus bermain di Piala ASEAN. Semua orang memberikan persetujuan mereka untuk berpartisipasi dalam turnamen ini," tambahnya.

Mantan pemain nasional yang menjabat di komite sepak bola Bangladesh turut menegaskan keuntungan finansial yang didapatkan timnya.

"Keikutsertaan Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 membuat kami akan menerima uang partisipasi, sementara tuan rumah menyediakan akomodasi dan tiket pesawat," kata Anggota Komite Sepak Bola Bangladesh Sayed Hasan Kanon.

Pilihan bergabung dalam turnamen ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan menggelar ajang mandiri.

"Jadi, ini menjadi pilihan yang baik bagi kami dibandingkan menggelar turnamen empat negara di Dhaka," ujar Sayed Hasan Kanon.

Di pihak lain, Asosiasi Sepak Bola Singapura menyambut perkembangan situasi ini dengan menghormati proses yang berjalan.

"Masih terlalu dini untuk berkomentar karena saya yakin pihak penyelenggara ingin memulai turnamen perdana ini dengan cara terbaik. Setelah berkomitmen pada turnamen ini, kami ingin memanfaatkannya sebaik mungkin sebagai bagian dari persiapan berkelanjutan kami menuju Piala Asia," kata Wakil Presiden FAS Desmond Ong.

Selain Bangladesh, beberapa nama negara lain seperti Yordania, Suriah, Kirgistan, Lebanon, hingga Sri Lanka sempat dirumorkan masuk dalam bursa calon pengganti. Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed