Banjir Bhotekoshi Lumpuhkan Sektor Pariwisata Nepal Akibat Pembatalan
Sektor pariwisata Nepal mengalami kelumpuhan akibat gelombang pembatalan pemesanan hotel setelah banjir bandang menerjang Sungai Bhotekoshi. Menurut laporan Kathmandu Post pada Senin (14/9/2026) yang dilansir dari Detik Travel, pembatalan perjalanan ini terjadi pada musim puncak kunjungan wisatawan.
Gelombang pembatalan melanda destinasi wisata utama seperti Pokhara, Chitwan, dan Lumbini. Selain wisatawan mancanegara, wisatawan domestik turut membatalkan agenda liburan mereka akibat akses jalan darat yang rusak berat.
Kawasan Sauraha di Chitwan mencatatkan penurunan drastis pada tingkat hunian kamar. Wilayah yang memiliki 125 hotel dengan kapasitas total 8.000 tamu per hari tersebut kini nyaris kosong.
Asosiasi Hotel Regional melaporkan bahwa angka keterisian kamar di destinasi alam itu merosot tajam hingga berada di bawah 5 persen. Kerusakan pada ruas jalan raya Krishnabhir menjadi salah satu pemicu terhentinya akses darat ke Chitwan.
"Saat ini hampir tidak ada wisatawan. Tingkat hunian hotel berada di bawah 5 persen," ujar Suman Ghimire, mantan ketua Asosiasi Hotel Regional Sauraha.
Ghimire menjelaskan bahwa mayoritas kamar di Jungle Safari Lodge miliknya kini kosong. Kerusakan infrastruktur serta maraknya imbauan perjalanan turut memperburuk citra pariwisata kawasan tersebut.
Kondisi serupa terjadi pada Royal Tulip Chitwan Hotel yang dikelola oleh KTM Hospitality. Hotel berkapasitas 65 kamar itu harus menghadapi pembatalan hingga 80 persen dari total pesanan.
"Sektor pariwisata sangat terpukul oleh banjir. Meskipun destinasi wisatanya sendiri tidak terdampak banjir, rumor dan laporan yang menyesatkan mengenai situasi tersebut telah memberikan dampak yang signifikan," ucap Rameshwar Sah, ketua Royal Tulip.
Penurunan jumlah turis secara signifikan dirasakan secara merata oleh para pelaku usaha di Sauraha.
"Kecuali segelintir wisatawan China, saat ini tidak ada pengunjung di Sauraha," ujar Gunaraj Thapaliya, wakil ketua Asosiasi Hotel Regional.
Kota Pokhara di Distrik Kaski juga mengalami keterpurukan serupa. Pembatalan pesanan hotel di wilayah tersebut dilaporkan menyentuh angka 30 persen.
"Musim wisata bagi pengunjung asing sudah dimulai.Namun, saat ini hingga 30 persen pemesanan hotel telah dibatalkan," ujar Hari Bhujel, ketua Dewan Pariwisata.
Bhujel menyebutkan faktor pemicu lainnya meliputi penutupan Jalan Raya Prithvi, keterbatasan penerbangan, kenaikan harga tiket pesawat, serta penetapan tarif mata uang dolar bagi turis asing. Terminal bus wisata Mustang Chowk yang biasanya melayani puluhan armada kini tampak lengang.
Dampak penutupan jalur darat dan persepsi risiko juga merembet hingga ke Lumbini, situs bersejarah yang menjadi tempat kelahiran Buddha.
Lilamani Sharma, ketua Asosiasi Hotel Lumbini, mengonfirmasi bahwa banyak wisatawan asing yang membatalkan pemesanan hotel untuk periode Oktober hingga November. Pengelola kawasan bersejarah mengimbau agar dunia internasional memahami kondisi keamanan wilayah tersebut.
"Banjir Bhotekoshi telah menimbulkan kesan negatif bahwa seluruh negeri sedang diliputi ketakutan dan kesulitan. Oleh karena itu, kita harus meyakinkan masyarakat internasional bahwa Lumbini aman dan dapat diakses," ujar Himal Upreti, penjabat sekretaris anggota Lumbini Development Trust.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow