Bank Jateng Raih Peringkat idAA- dengan Prospek Stabil 2026-2027
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperoleh peringkat idAA- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 2026-2027, menunjukkan kapasitas bank dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang, dilansir dari Detik Finance.
Bank Jateng menegaskan ketahanan fundamentalnya melalui permodalan kuat, likuiditas terjaga, serta tata kelola dan manajemen risiko yang diperkuat. Total aset Bank Jateng hingga semester I 2026 mencapai Rp 95,03 triliun, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22,5%.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyatakan,
"Pencapaian peringkat idAA- dengan prospek stabil ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata atas kepercayaan masyarakat Jawa Tengah serta hasil dari kerja keras seluruh insan Bank Jateng. Kami akan terus menjaga fundamental bank, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat."
Likuiditas bank tetap kuat, didukung portofolio pada instrumen berisiko rendah seperti instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN). Bambang juga menekankan peran Bank Jateng sebagai bank pembangunan daerah dan mitra finansial masyarakat Jawa Tengah.
"Perbankan modern harus hadir dengan hati, memadukan kemudahan teknologi digital dengan kedekatan kepada nasabah. Karena itu, kami berkomitmen terus memperluas layanan digital dan memperkuat pembiayaan sektor produktif agar Bank Jateng semakin memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," ujar Bambang.
Bank Jateng telah beroperasi sejak 1963 dan memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Bank ini menguasai pangsa pasar kredit dan simpanan sekitar 16%-17% di Jawa Tengah dengan didukung oleh lebih dari 6.751 pegawai dan jaringan 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, serta lebih dari 10.604 kantor kas dan titik pembayaran.
Dalam pembiayaan, Bank Jateng memberi perhatian khusus pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan porsi pembiayaan UMKM mencapai 31,8% dari total kredit hingga Juni 2026. Pembiayaan konsumen bagi aparatur sipil negara (ASN) mencapai sekitar 47% dari total kredit.
Bank Jateng terus melanjutkan transformasi layanan perbankan melalui penguatan transaksi digital dan mobile banking serta memperluas kolaborasi dengan berbagai ekosistem ekonomi daerah. Bambang menuturkan,
"Kepercayaan yang diberikan kepada Bank Jateng menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan kinerja terbaik. Kami ingin pertumbuhan Bank Jateng tidak hanya tercermin dari angka-angka keuangan, tetapi juga dari semakin besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow