Barcelona raih kemenangan 4-2 atas Levante di La Liga

Smallest Font
Largest Font

Barcelona meraih kemenangan 4-2 atas Levante dalam pertandingan Liga Spanyol di Ciutat de Valencia, Minggu (13/9/2026), meski sempat tertekan di menit-menit akhir.

Lamine Yamal mencetak dua gol, salah satunya lewat penalti, sementara Xavi Espart dan Karim Adeyemi menambahkan gol lainnya. Levante membalas lewat Ivan Romero dan Roger Brugue, tetapi gol Adeyemi di injury time memastikan kemenangan Barcelona.

Dengan hasil ini, Barcelona tetap bertengger di puncak klasemen La Liga dengan 15 poin dari lima pertandingan, sementara Levante berada di peringkat ke-13 dengan lima poin.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui kesalahan pribadi yang menyebabkan gol pertama Levante. Ia menyesali keputusan terlambat mengganti Xavi Espart yang mengalami kram.

"Kami senang karena akhirnya menang 4-2," ujar Flick dilansir Diario SPORT.

"Gol-gol ke gawang kami berasal dari kesalahan kami sendiri, tetapi khususnya gol pertama lawan, saya rasa itu kesalahan saya," tambahnya.

"Kami tadinya ingin mengganti Xavi karena dia mengalami kram, dan saya bilang 'Baik, mari menunggu sampai jeda berikutnya'. Mungkin saja andai kami mengganti dia saat itu juga, kami tidak akan kemasukan gol itu," jelas Flick.

Penalti yang mencetakkan gol kedua Yamal memicu kontroversi. Wasit Jon Ander Gonzalez Cuesta menunjuk titik putih setelah insiden antara Aissa Mandi dan Yamal, di mana Mandi terjatuh dan menyentuh bola dengan tangan sebelum menjegal pemain Barcelona.

Analis Paco Gonzalez menilai keputusan penalti tersebut keliru. "Saya rasa itu bukan penalti, tetapi saya mengerti mengapa dia memberikannya. Jika tangan itu tidak ada, dia tinggal berhadapan dengan gawang," ujar Gonzalez kepada COPE.

Pedro Martin dari siaran radio Spanyol juga menolak keputusan tersebut, dengan alasan pergerakan Mandi tidak menunjukkan niat untuk mendapatkan keuntungan tidak adil.

"Jika dia meletakkan tangannya di sana untuk merebut bola... tetapi tangannya berada dalam posisi yang sangat natural," kata Martin.

Iturralde Gonzalez, pakar perwasitan dari Cadena SER, bahkan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak layak dihukum penalti. "Handball pertama bukan apa-apa, dan pada yang kedua dia menendangnya, tetapi itu bukan apa-apa. Itu tidak akan pernah bisa menjadi penalti sejuta tahun pun," ujarnya.

Meski kontroversi penalti, Yamal mencatatkan prestasi bersejarah. Dengan dua golnya, ia menjadi pemain kedua yang mencetak tiga brace dalam lima pertandingan pertama musim La Liga pada abad ke-21, menyamai rekor Lionel Messi pada musim 2012/13.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed