BEI Rombak Komposisi Indeks LQ45 IDX30 dan IDX80 Per 3 Agustus 2026
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak komposisi sejumlah indeks saham unggulan termasuk LQ45, IDX30, IDX80, hingga Kompas100 yang akan mulai berlaku efektif pada 3 Agustus 2026. Evaluasi berkala ini menyesuaikan konstituen berdasarkan likuiditas, kapitalisasi pasar, rasio free float, serta penerapan pembatasan bobot saham.
Dalam penyesuaian terbaru ini, BEI menerapkan pembatasan bobot saham (capping) sebesar 9 persen untuk indeks IDX80, serta 15 persen untuk indeks LQ45 dan IDX30. Masa efektif perubahan konstituen hasil evaluasi mayor dan minor ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2026.
Pada indeks LQ45, BEI mengeluarkan saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Posisi kedua emiten tersebut digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan bobot sekitar 0,25 persen dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau PT Nickel Industries Tbk (NICL) dengan bobot sekitar 0,46 persen.
Sementara itu, perubahan pada indeks IDX30 mencatat keluarnya saham BUMN PT Bukit Asam Tbk (PTBA). BEI memasukkan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebagai anggota baru IDX30 dengan bobot awal sekitar 0,78 persen.
Untuk indeks IDX80, tiga saham resmi dikeluarkan, yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Tiga emiten baru yang masuk menggantikan adalah PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dengan bobot 0,33 persen, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) berbobot 0,25 persen, dan NCKL dengan bobot 0,43 persen.
Perombakan paling signifikan terjadi pada indeks Kompas100 dengan pengeluaran sembilan saham, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), INTP, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), SIDO, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Sebagai penggantinya, sembilan emiten baru masuk ke Kompas100, yaitu BFIN, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), LSIP, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE).
"BEI pada bulan Juli 2026 telah melakukan evaluasi atas sejumlah indeks saham," tulis BEI dalam pengumuman resminya pada Selasa, 28 Juli 2026.
Selain indeks utama tersebut, BEI juga melakukan penyesuaian terhadap indeks BISNIS-27, MNC36, SMinfra18, dan IDXESGL sesuai metodologi masing-masing indeks.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow