IHSG Menguat 1,82 Persen Sepekan Ditopang Saham Perbankan

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,82 persen ke level 6.636 pada perdagangan sepekan periode 31 Agustus hingga 4 September 2026. Laju indeks saham domestik ini berhasil bangkit setelah sempat bergerak relatif stagnan pada pekan sebelumnya.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume perdagangan melesat 35,9 persen menjadi 48,99 miliar lembar saham. Sementara itu, nilai transaksi di pasar modal mengalami kenaikan 25,75 persen hingga menyentuh angka Rp19,22 miliar.

Aksi beli investor asing menjadi penopang utama pergerakan IHSG, terutama pada sektor perbankan. Total beli bersih atau net buy investor asing pada empat bank besar dalam negeri mencapai Rp3,19 triliun, dengan penguatan dialami oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 6,27 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 3,47 persen.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memberikan penjelasan mengenai faktor yang memicu dinamika pasar modal sepanjang pekan ini.

"salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG pekan ini adalah rebalancing MSCI yang berlaku efektif awal September 2026," kata Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas.

Di tengah penguatan IHSG, sejumlah emiten justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) memimpin deretan penurunan terbesar atau top losers dengan merosot 38,14 persen dari Rp194 menjadi Rp120 per saham.

Tekanan juga membayangi saham emiten besar seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang terkoreksi 5,32 persen. Penurunan tersebut terjadi usai manajemen BYAN dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mengklarifikasi tidak adanya rencana pengalihan saham terkait rumor akuisisi.

Daftar Saham Pendorong dan Pembeban IHSG Pekan Ini
EmitenKategoriPerubahan HargaKontribusi Poin IHSG
BBRITop Leader+6,27%+29,19 poin
BBCATop Leader+3,47%+19,85 poin
BMRITop Leader+4,00%+13,88 poin
BUMITop Leader+10,53%+7,35 poin
NATOTop Leader+84,67%+7,00 poin
BYANTop Laggard-5,32%-12,63 poin
VKTRTop Laggard-10,36%-6,15 poin
EMASTop Laggard-6,72%-5,82 poin
BRMSTop Laggard-4,67%-5,21 poin
SRAJTop Laggard-7,64%-5,20 poin

Sentimen pasar global juga ikut memengaruhi pasar keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah menguat ke posisi Rp17.624 per dolar AS di tengah penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke level 7,102 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed