BEI Tunda Penghapusan Batas Minimum Harga Saham Rp 50

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia (BEI) menunda rencana penghapusan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 yang sedianya berlaku mulai 7 September 2026. Penundaan ini dilakukan akibat adanya delapan Anggota Bursa (AB) yang belum siap mengimplementasikan kebijakan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (2/9/2026). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar dua kali uji coba atau mock trading sebelum mengambil keputusan ini.

Hasil pengujian mencatat sebanyak 83 Anggota Bursa telah menyatakan kesiapan mereka. "Jadi untuk persiapan penghapusan harga minimum Rp 50 itu sudah dua kali kita mengadakan mock trading. Dari dua kali mock trading itu hasil sementara adalah 83 anggota bursa sudah siap, tetapi 8 anggota bursa itu belum siap," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.

Guna mengatasi kendala teknis tersebut, pihak otoritas bursa terus melakukan pendampingan dan koordinasi intensif bersama delapan perusahaan sekuritas yang belum siap. Pelaksanaan kebijakan ini ditargetkan dapat terealisasi secara penuh pada pertengahan hingga akhir bulan.

"Dengan pendampingan yang akan kita berikan, kemudian target untuk live kita menjadikan di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September. Karena kita akan menunggu kesiapan dari seluruh anggota bursa," jelas Jeffrey Hendrik. Langkah penyesuaian regulasi ini diambil untuk menstimulasi aktivitas transaksi pada saham-saham bernilai rendah yang selama ini sepi peminat. Penurunan batas harga minimum diharapkan mampu membuka ruang likuiditas baru bagi para pemegang saham.

"Sebagian besar dari saham yang saat ini ada di harga Rp 50 adalah saham-saham yang tidak likuid. Jadi tentu tujuannya adalah untuk memberikan likuiditas kepada investor yang selama ini tidak bisa mendapatkan likuiditas dari saham-saham tersebut, itu tujuan utamanya. Dan yang kedua adalah price discovery, pembentukan harganya adalah di harga yang lebih wajar," terang Jeffrey Hendrik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed