BGN Siapkan Portal Pengaduan Digital untuk Mitra dan Kepala SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia bersiap meluncurkan portal pengaduan digital khusus bagi mitra dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mempercepat penyelesaian kendala operasional serta memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Fasilitas digital tersebut dirancang menjadi saluran resmi penyelenggara untuk melaporkan persoalan di lapangan, seperti dugaan perlakuan tidak adil, konflik dengan yayasan, hingga kendala koordinasi dengan kepala dapur. Sistem ini diharapkan membantu BGN memperoleh masukan secara objektif dari para pelaksana program.
Kepala BGN Sudaryono mengonfirmasi bahwa kanal pengaduan tersebut ditargetkan dapat beroperasi dalam waktu dekat untuk meningkatkan efisiensi evaluasi.
"Kami juga akan membuka portal, semacam portal pengaduan bagi mitra sehingga mereka bisa menyampaikan. Apakah ada perlakuan tidak adil, konflik dengan yayasan, atau konflik dengan kepala dapur," kata Sudaryono, Kepala BGN.
Pengaduan mengenai standar keamanan pangan dan kebersihan dapur juga dapat disalurkan melalui sistem ini. Sudaryono menyebutkan bahwa ketidaksesuaian higienitas tidak selalu bersumber dari kelalaian petugas di lapangan, melainkan bisa disebabkan oleh kelayakan fasilitas dapur yang belum memadai.
"Bisa jadi tidak higienis itu bukan karena kelalaian kepala SPPG. Tetapi, karena dapurnya memang belum memenuhi standar," kata Sudaryono, Kepala BGN.
Lewat platform digital ini, kepala SPPG memiliki akses untuk mengajukan perbaikan atau penambahan fasilitas kepada mitra penyelenggara. Apabila usulan perbaikan fasilitas tidak diindahkan, BGN memberi ruang bagi kepala SPPG untuk mengajukan pemindahan lokasi bertugas demi menghindari risiko keamanan pangan.
"Kalau itu tidak diindahkan, kepala SPPG diperbolehkan mengajukan perpindahan dari dapur tempat dia bekerja. Karena jika diteruskan berisiko menimbulkan keracunan dan berdampak pada kariernya," kata Sudaryono, Kepala BGN.
Mekanisme komunikasi terbuka ini difungsikan sebagai instrumen evaluasi transparan antara mitra, yayasan, kepala SPPG, dan internal BGN tanpa bermaksud menekan pihak mana pun.
"Kami menyediakan saluran yang bisa mengatur dan menyusun tata kelola yang baik. Sehingga, dalam waktu sesingkat-singkatnya dapat memberikan pelayanan terbaik untuk menyediakan makanan yang bergizi dan aman," kata Sudaryono, Kepala BGN.
Penerapan portal ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan serta akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat. Langkah ini sekaligus memastikan setiap sajian makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar gizi, keamanan, dan kebersihan yang ditetapkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow