Biaya Utang Negara Maju Melonjak ke Level Highest Sejak 2008
Biaya utang pemerintah di sejumlah negara maju melonjak hingga menyentuh level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008 akibat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan inflasi berkepanjangan pada Senin (18/8/2026).
Kenaikan imbal hasil obligasi tersebut tercatat di beberapa negara seperti Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris. Investor mengantisipasi ketegangan geopolitik akan membatasi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat.
Berdasarkan data LSEG, imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 30 tahun naik 1 basis poin menjadi 4,8558 persen yang merupakan angka tertinggi sejak September 2008. Sementara itu, yield tenor 10 tahun naik 1 basis poin ke level 4,0516 persen atau tertinggi sejak Juni 2009.
Di Jerman, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun terangkat 1,5 basis poin mencapai 3,2138 persen yang menjadi level tertinggi sejak 2011. Lonjakan imbal hasil ini sejalan dengan penurunan harga obligasi yang menandai pembengkakan beban pembiayaan pemerintah.
Pasar keuangan memperkirakan peluang Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga pada September mendatang telah mendekati 85 persen. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi risiko inflasi yang kembali tidak terkendali.
Sementara itu dari Amerika Serikat, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun sempat menembus 5,34 persen pada Selasa (18/8/2026) sebelum Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan nominal dukung likuiditas buyback obligasi tenor panjang dari maksimum US$2 miliar menjadi minimum US$4 miliar per operasi.
Pengumuman intervensi pasar yang mulai berlaku 9 September hingga 4 November 2026 tersebut dirilis usai total utang pemerintah Amerika Serikat secara resmi melampaui angka US$40 triliun untuk pertama kalinya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow