Bill Gates Usulkan Pajak Token AI untuk Lindungi Pekerja di AS
Bill Gates mengusulkan pajak token AI untuk memperlambat penggantian pekerja dan mendanai pelatihan ulang bagi mereka yang terdampak, sebagaimana dilaporkan pada Agustus 2026 di Amerika Serikat.
Pajak ini berbentuk tarif 50% dari pendapatan token AI yang digunakan perusahaan, contohnya menghasilkan pajak sekitar $1.200 untuk pekerjaan yang bernilai $130.000. Token ini sudah tercatat dalam sistem penagihan, memudahkan penerapan pajak dibandingkan usulan pajak robot sebelumnya yang gagal karena tidak ada satuan pengukuran yang jelas.
Anggota Kongres Greg Casar memperkenalkan RUU AI Tax and Work Protection Act yang mewajibkan perusahaan AI besar membayar pajak berdasarkan nilai penjualan token atau pendapatan dari produk AI mereka. Dana pajak ini akan digunakan untuk mendanai program perlindungan kerja yang mendukung penciptaan lapangan kerja di sektor perumahan, infrastruktur, serta perawatan anak dan lansia.
Tarif pajak akan meningkat otomatis jika tingkat pengangguran nasional melewati 5%. RUU ini mendapat dukungan dari berbagai serikat pekerja dan organisasi advokasi yang menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja yang terdampak otomatisasi AI.
Bill Gates juga mengusulkan kategori pekerjaan yang dilindungi dari penggantian AI, seperti pekerjaan di bidang perawatan. Ia menyoroti risiko pengangguran massal dan potensi bioterorisme akibat AI, serta menyerukan pengawasan ketat terhadap sistem AI yang mampu merancang molekul berbahaya.
Tantangan utama dari penerapan pajak ini adalah membuktikan hubungan sebab-akibat antara penggunaan AI dan pengurangan tenaga kerja, terutama bagi perusahaan yang menjalankan model AI secara mandiri. Meski begitu, token AI menjadi solusi baru yang memungkinkan pengenaan pajak otomatisasi dengan dasar yang lebih konkret.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow