Lintasarta Rilis Solusi BWoD Dukung Fleksibilitas Digital Perbankan

Smallest Font
Largest Font

Lintasarta meluncurkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital perbankan yang fleksibel dalam forum Lintasarta Executive Dialogue di Jakarta pada Kamis (10/9), sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Peluncuran ini dihadiri jimpinan HIMBARA, PERBANAS, ASBANDA, pejabat Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BWoD dirancang agar perbankan dapat menyesuaikan kapasitas konektivitas secara mandiri mengikuti dinamika operasional bisnis.

President Director dan CEO Lintasarta Armand Hermawan memaparkan bahwa sektor perbankan memerlukan dukungan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan cepat, bukan sekadar berkapasitas besar.

"Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur," ujar Armand Hermawan, President Director dan CEO Lintasarta dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Armand menjelaskan bahwa kebutuhan kapasitas jaringan perbankan berfluktuasi saat momen penutupan akhir bulan, proses penggajian, pemulihan bencana, hingga peluncuran aplikasi baru. Transformasi konektivitas ini ditopang empat kapabilitas utama, yakni Agile, Scalable, Resilient, serta Ready.

Melalui integrasi platform ULTIMA dalam ekosistem Lintasarta Intelligent Core, penyesuaian bandwidth hingga 1.000 Mbps dapat dilakukan otomatis tanpa prosedur pemesanan manual. Layanan ini mulai tersedia di 84 kota di Pulau Jawa pada 2026 sebelum diperluas secara nasional.

"Kami ingin memberikan agility kepada bank untuk mengelola kapasitas connectivity sesuai kebutuhan operasionalnya," kata Armand Hermawan, President Director dan CEO Lintasarta.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022–2026, Sophia Isabella Wattimena, menyampaikan pentingnya penguatan keandalan dan keamanan infrastruktur teknologi dalam proses transformasi digital sektor jasa keuangan.

"Transformasi digital perbankan perlu berjalan seiring dengan penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri menjadi semakin penting," kata Sophia Isabella Wattimena, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed