BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 14 September
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis peringatan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia pada Senin, 14 September 2026, di tengah dominasi musim kemarau dan fenomena El Nino.
Hasil analisis BMKG menunjukkan anomali suhu muka laut Nino 3.4 mencapai +2,74 derajat Celsius pada Dasarian III Agustus 2026, yang menandakan El Nino masih sangat kuat. Meskipun kondisi kering memicu pemantauan titik panas di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan, hujan lokal berintensitas tinggi tetap berpeluang terjadi.
Potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer, termasuk keberadaan Bibit Siklon Tropis 98W di Laut China Selatan timur Vietnam dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan 1006 hPa. Selain itu, hadirnya Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di Selat Makassar dan utara Papua Nugini turut membentuk daerah konvergensi pertumbuhan awan hujan.
Untuk wilayah terdampak pada Senin, 14 September 2026, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat terkonsentrasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau. Sementara itu, 14 provinsi berpotensi mengalami angin kencang, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Papua Barat Daya.
Sebelumnya, pada akhir pekan tanggal 11 hingga 13 September 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Gelombang tinggi mencapai empat meter juga terdeteksi memicu ancaman di perairan barat dan timur Kepulauan Nias hingga 14 September 2026.
Kondisi cuaca kota-kota besar di Indonesia menunjukkan variasi dari berawan tebal hingga udara kabur akibat tutupan asap. Wilayah seperti Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Palangkaraya, Banjarmasin, Yogyakarta, Nabire, dan Merauke terpantau mengalami fenomena udara kabur.
Prakirawan BMKG Dasmian Sulviani menjelaskan faktor pemicu gelombang tinggi di wilayah utara Sumatera.
"Gelombang setinggi empat meter dapat terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan timur Kepulauan Nias," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Dasmian Sulviani, Jumat.
Perlambatan angin di daerah Sumatera bagian utara beserta suhu permukaan laut yang hangat di Samudra Hindia Barat Sumatera memperkuat pembentukan awan konvektif di area tersebut.
Prakirawan BMKG Henokhvita menyampaikan gambaran kondisi cuaca di pulau Sumatera.
"Kota Tanjung Pinang (Kepulauan Riau) diprakirakan berawan, sedangkan Pekanbaru (Riau), Jambi, dan Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung) berawan tebal," kata Henokhvita dalam tayangan YouTube BMKG.
Wilayah Kalimantan dan Jawa turut mencatatkan kondisi cuaca yang dinamis dengan kombinasi hujan ringan di Pontianak serta cuaca berawan tebal di Jakarta, Serang, Bandung, dan Semarang.
Henokhvita menerangkan prakiraan untuk wilayah Indonesia bagian timur.
"Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan mengguyur wilayah Jayapura (Papua) dan Jayawijaya (Papua Pegunungan)," ujar Henokhvita.
Masyarakat diimbau tetap menjaga kecukupan cairan tubuh, menghemat penggunaan air, serta menghindari membakar sampah sembarangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh guna mengantisipasi risiko pohon tumbang dan angin kencang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow