BMKG Prediksi Bogor Hujan Sore Ini Saat Abu Krakatau Menipis
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca Kota Bogor mengalami hujan berintensitas ringan pada Rabu (9/9/2026) sore hari. Prakiraan cuaca ini hadir di tengah kondisi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan mulai berkurang di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Suhu udara di Kota Bogor diproyeksikan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius pada hari ini. Kondisi tersebut relatif lebih sejuk dibandingkan wilayah Jabodetabek lainnya, seperti Jakarta Selatan yang mencatatkan suhu udara ekstrem hingga 36 derajat Celsius dan Depok dengan potensi suhu mencapai 35 derajat Celsius.
Kondisi Paparan Abu Vulkanik dan Operasi BMKG
Meskipun dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai menipis di daerah seperti Bandung, wilayah Bogor dan Sukabumi masih merasakan dampak sisa endapan partikel abu di udara. Angin terpantau membawa material abu bergerak ke arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 5 sampai 10 knot atau sekitar 9,3 hingga 18,5 kilometer per jam.
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca
Untuk mempercepat pembersihan material abu di atmosfer, BMKG melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijadwalkan berlangsung hingga 10 September 2026. Dalam operasi penyelamatan kualitas udara ini, tim gabungan mengoperasikan dua jenis pesawat khusus guna menyemai awan hujan.
"OMC telah melakukan 5 sorti penerbangan dengan berbagai bahan untuk mengoptimalkan awan hujan dan menangkap partikel abu," tulis laporan resmi BMKG mengenai update penanganan erupsi.
Pesawat PAC XTOL 750 dikerahkan untuk membawa bahan semai berupa bubuk NaCl hingga kapasitas 1.000 kilogram, sementara pesawat Cessna Caravan C208 bertugas menyemprotkan larutan surfaktan serta CaCl2 guna mempercepat pembentukan butiran air.
Daftar Armada Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca
| Jenis Pesawat | Bahan Semai Utama | Fungsi Operasional |
|---|---|---|
| PAC XTOL 750 | Bubuk NaCl (hingga 1.000 kg) | Penyemaian garam untuk penyematan awan hujan |
| Cessna Caravan C208 | Larutan Surfaktan & CaCl2 | Mempercepat koalesensi dan pengikatan abu |
Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Status Penerbangan
Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya mencatatkan episode erupsi menerus selama 25 jam yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Walaupun fase erupsi menerus telah berakhir, aktivitas vulkanik masih diwarnai erupsi tipe strombolian yang membumbungkan kolom abu berwarna hitam. Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada dalam tingkat aktivitas Level III atau Siaga.
Pertanyaan warga terkait "abu vulkanik anak krakatau kapan hilang" mulai terjawab seiring bertahap membaiknya ruang udara di kawasan barat Pulau Jawa. Membaiknya kondisi atmosfer juga berdampak positif pada sarana transportasi udara. Sebanyak delapan bandara utama yang sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, kini telah beroperasi kembali secara normal.
Pemerintah daerah dan BMKG tetap mengimbau masyarakat di Bogor dan sekitarnya untuk membatasi aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan. Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan tetap menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan akibat partikel abu vulkanik halus yang masih tersuspensi di udara.
- Gunakan masker standar perlindungan pernapasan saat keluar rumah.
- Kurangi paparan langsung debu pada matanya dengan memakai kacamata pelindung.
- Segera cuci tangan dan bilas wajah setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow