BMKG Tepis Isu Gempa Dahsyat 2026 dan Rilis 14 Megathrust

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi viral mengenai potensi gempa bumi dahsyat yang bakal mengguncang Jawa atau Jakarta sebelum akhir 2026, meski Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mengonfirmasi keberadaan 14 segmen megathrust di sekitar Indonesia pada Jumat (11/9/2026).

Klarifikasi tersebut merespons unggahan di media sosial Facebook dari akun Vandygumara Mboge, Firman Fadilah, Rizal Sihotang, dan Ade Abdullah. Unggahan tersebut menyebarkan ulang video konten kreator asal Kanada, Frankie MacDonald, yang mengklaim gempa berkekuatan magnitudo 7,0 hingga 9,1 akan melanda Indonesia sebelum akhir 2026.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan saat ini belum memiliki teknologi yang mampu memprediksi waktu dan lokasi gempa secara akurat.

"Wilayah indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. Sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun, kapan dan dimana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," kata Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

BMKG menjelaskan bahwa potensi gempa bumi bermagnitudo di atas 7,0 memang dapat terjadi hingga dua kali dalam setahun di Indonesia, sehingga klaim dalam video viral tersebut hanyalah kebetulan semata tanpa dasar ilmiah.

"Informasi resmi mengenai peringatan dini tsunami hanya bersumber dari BMKG, melalui kanal website bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, dan @infoBMKG," kata Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Sementara itu, data Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat kenaikan jumlah segmen megathrust menjadi 14 zona dari sebelumnya 13 segmen pada peta 2017 dan 11 segmen pada peta 2010. Pembaruan data ini disusun berdasarkan evaluasi seismik serta publikasi ilmiah rentang tahun 2017 hingga 2024.

Sebanyak 11 segmen megathrust terletak di dalam wilayah Indonesia, sedangkan tiga segmen lainnya berada di wilayah Filipina. Tiga zona luar negeri tersebut meliputi Megathrust Palung Cotabato, Filipina Selatan, dan Filipina Tengah. Ketiganya tetap dimasukkan ke dalam peta ancaman nasional karena lokasinya berdekatan dengan Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara sehingga guncangannya berpotensi menjangkau wilayah Indonesia.

Megathrust Aceh-Andaman tercatat memiliki potensi energi terbesar mencapai magnitudo 9,2, disusul Megathrust Jawa sebesar magnitudo 9,1. Beberapa segmen lain juga mengalami penyesuaian potensi magnitudo maksimum, seperti Megathrust Mentawai-Pagai yang dinaikkan menjadi M8,9 dan Megathrust Sulawesi Utara menjadi M8,5.

Daftar 14 Zona Megathrust di Sekitar Indonesia (Peta 2024)
NoZona MegathrustPotensi Magnitudo Maksimum
1Megathrust Aceh-AndamanM9,2
2Megathrust Nias-SimeulueM8,7
3Megathrust BatuM7,8
4Megathrust Mentawai-SiberutM8,9
5Megathrust Mentawai-PagaiM8,9
6Megathrust EngganoM8,9
7Megathrust JawaM9,1
8Megathrust Jawa bagian baratM8,9
9Megathrust Jawa bagian timurM8,9
10Megathrust SumbaM8,9
11Megathrust Sulawesi UtaraM8,5
12Megathrust Palung CotabatoM8,3
13Megathrust Filipina SelatanM8,2
14Megathrust Filipina TengahM8,1

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan isu yang belum terverifikasi dan tetap mengacu pada informasi resmi yang dirilis BMKG.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed