Penyanyi Legendaris Bonnie Tyler Meninggal Dunia pada Usia 75 Tahun
Penyanyi legendaris asal Wales, Bonnie Tyler, meninggal dunia pada usia 75 tahun di sebuah rumah sakit di Portugal pada Rabu malam akibat penyakit yang sedang dijalaninya. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh keluarga serta tim manajemen sang artis melalui pernyataan resmi.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, pelantun lagu populer "Total Eclipse of the Heart" ini sempat dilarikan ke rumah sakit di Faro, Portugal, pada bulan Mei untuk menjalani operasi usus darurat dan ditempatkan dalam kondisi koma buatan. Perwakilan resmi menyatakan bahwa meskipun sempat keluar dari koma pada pertengahan Juni, kondisi Tyler tetap sangat buruk di ruang perawatan intensif.
Kematian musisi bernama asli Gaynor Hopkins ini memicu gelombang duka dari berbagai tokoh dunia. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan penghormatan khusus melalui juru bicaranya atas kepergian sang penyanyi ikonik.
Pihak keluarga menyampaikan pengumuman duka tersebut melalui sebuah pernyataan resmi di situs web dan akun media sosial mereka.
"Bonnie’s family and team are heartbroken to announce that Bonnie unexpectedly passed away last night in hospital in Portugal as a result of the illness that she was being treated for." kata pernyataan tersebut.
Pihak manajemen juga meminta ruang privasi bagi keluarga besar dalam menghadapi situasi duka ini.
"We will issue a further statement shortly but for now ask for privacy to deal with this tragedy," tambah pernyataan pihak manajemen.
Unggapan duka cita mendalam juga datang dari aktor ternama, Catherine Zeta-Jones, yang mengenang Tyler sebagai sosok perempuan yang luar biasa dengan bakat vokal yang sepadan.
"another wonderful friend gone too soon" tulis Cliff Richard.
Musisi rock Bryan Adams turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas karya versi lagu yang pernah dibawakan Tyler.
"always be grateful of her beautiful version of Straight From The Heart. Thanks Bonnie. RIP" kata Bryan Adams.
Pemerintah daerah Wales juga turut menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya salah satu ikon budaya mereka.
"Wales has lost a true icon, whose music brought joy to so many," kata Welsh First Minister Rhun ap Iorwerth.
Beliau juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga, teman, dan penggemar di seluruh dunia.
"I extend my heartfelt condolences to her family, friends and fans across the world." tutur Rhun ap Iorwerth.
Rekan musisi Rick Parfitt Jr. turut mengenang sang penyanyi sebagai sosok legenda yang penuh semangat selama hidupnya.
"This is a very sad day… She was a legend, a total fireball and a great friend," tulis Rick Parfitt Jr.
Ia mendoakan agar sang sahabat dapat beristirahat dengan damai.
"Rest in peace bright eyes. You were meant to out live us all." tambah Rick Parfitt Jr.
Mengenai karakteristik vokalnya yang khas dan serak, Tyler pernah mengungkapkan bahwa perubahan suara tersebut terjadi setelah operasi pengangkatan nodul pita suara pada tahun 1977 akibat dirinya berteriak saat masa pemulihan.
"my voice was huskier than before, and had more of an edge," kata Bonnie Tyler dalam wawancara yang dilansir The Guardian.
Ia juga mengenang masa kecilnya di Skewen yang dibesarkan oleh keluarga penambang batu bara dengan keterbatasan ekonomi.
"I think Mam and Dad had it really hard, bringing up a big family on very little," ujar Bonnie Tyler.
Meskipun memiliki sifat pemalu saat masih anak-anak, Tyler mengaku memiliki dorongan kuat yang terpendam untuk bisa bernyanyi di hadapan publik.
"I wouldn't say boo to a goose, and yet there was a part of me that yearned to sing in front of people," kenang Bonnie Tyler dalam memoarnya.
Komposer ternama Jim Steinman, yang berkolaborasi menghasilkan lagu legendaris Tyler, sempat memuji kualitas vokal sang penyanyi dalam sebuah wawancara lawas.
"I thought she one of the most passionate voices I’d ever heard in rock’n’roll since Janis Joplin," kata Jim Steinman pada tahun 1983.
Tyler mengingat kembali momen emosional saat pertama kali Steinman memainkan lagu "Total Eclipse of the Heart" di hadapannya menggunakan piano.
"When he plays, he practically knocks [the piano] through the floor. He's incredible!" cerita Bonnie Tyler.
Proses penawaran lagu tersebut dilakukan secara langsung dan teatrikal oleh sang komposer tanpa menggunakan rekaman kaset.
"He won't give [the song] to you on tape. He has to tell you the big story and play it for you." tambah Bonnie Tyler.
Mengenai lagu hits terbesarnya tersebut, Tyler mengakui sempat merasa khawatir lagu itu terlalu panjang untuk diputar di radio.
"I recorded an incredible song today. The trouble is, it’s so long, I don’t think anybody will ever play it" kata Bonnie Tyler kepada temannya saat itu.
Meskipun ada beberapa pihak yang mengaitkan tema lagu tersebut dengan kisah mistis, Tyler menegaskan pandangan pribadinya terhadap makna karya tersebut.
"Some people think this song is about a vampire, but i’ve never understood that interpretation," ungkap Bonnie Tyler.
Ia mengingat pula penjelasan dari Steinman mengenai latar belakang pembuatan aransemen lagu yang terinspirasi dari film bisu klasik.
"Jim did once tell Playbill that he had been working on a musical interpretation of the silent film Nosferatu. I’ve always thought of Total Eclipse as an impassioned love song." jelas Bonnie Tyler.
Ketika mendengarkan komposisi penuh dari lagu tersebut untuk pertama kalinya, Tyler langsung merasa bahwa karya itu adalah bagian dari takdir karier musiknya.
"I knew this was the song I had been waiting for all my life." aku Bonnie Tyler.
Dalam perjalanan kariernya, Tyler juga sempat terpilih untuk mewakili Inggris dalam ajang bergengsi Eurovision Song Contest pada tahun 2013.
"it was a bit of a shock" ujar Bonnie Tyler saat diwawancarai Daily Telegraph.
Meski menganggap ajang tersebut sarat akan unsur politik, ia tetap melihat potensi besar dari jumlah penonton yang masif.
"It’s a bit political but let’s be realistic, 120 million people watch the Eurovision," tambah Bonnie Tyler.
Terlepas dari kesuksesan globalnya, Tyler selalu menganggap dirinya sebagai pekerja keras yang berasal dari latar belakang masyarakat biasa.
"I class myself as a working-class girl and I’ve never stopped working," kata Bonnie Tyler kepada The Guardian.
Ia terus mengambil kesempatan tampil di berbagai panggung karena merasa beruntung atas tawaran yang diterimanya.
"I do an awful lot [of performances] because I feel other people would love to be offered what I’m offered." ucap Bonnie Tyler.
Mengenai kehidupan pribadinya, Tyler yang menikah dengan Robert Sullivan sejak 1973 mengungkapkan kebahagiaan rumah tangganya yang bertahan lama meski tidak memiliki anak.
"I am still very much in love with him and he with me," ungkap Bonnie Tyler.
Terkait nama panggungnya, penyanyi yang terlahir dengan nama Gaynor Hopkins ini menjelaskan metodenya memilih nama menggunakan daftar koran lama.
"I got a broadsheet newspaper and I made an effort to write all the first names I came across on one list and all the surnames on another and I went through them both and came up with Bonnie Tyler." kata Bonnie Tyler kepada BBC Radio Wales.
Sepanjang hidupnya, Tyler telah menerima berbagai penghargaan bergengsi termasuk gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) atas kontribusinya di industri musik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow