BPMA dan TNI AD Perkuat Pengamanan Objek Vital Hulu Migas Aceh
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama TNI Angkatan Darat melaksanakan kunjungan lapangan serta monitoring dan evaluasi (monev) pembinaan teritorial di Wilayah Kerja (WK) Blok A Aceh Timur dan Wilayah Kerja B Aceh Utara pada 23–24 Juli 2026 untuk memastikan kelancaran operasi hulu migas sebagai objek vital nasional.
Kegiatan monev yang berpusat di Banda Aceh serta lokasi operasional lapangan ini merupakan bentuk tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPMA dan TNI AD. Pengawasan terpadu ini bertujuan mengidentifikasi potensi kerawanan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menjaga ketahanan energi nasional di wilayah Aceh.
Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menegaskan pentingnya forum evaluasi tersebut untuk menilai capaian dan tantangan pengamanan di lapangan.
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan dukungan pembinaan teritorial, tetapi juga mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, serta peluang perbaikan guna memastikan program berjalan sesuai sasaran," ujar Edy Kurniawan.
Edy menambahkan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama ketahanan energi.
"Kolaborasi BPMA, TNI AD, dan KKKS menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah operasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mendukung keberlanjutan kegiatan hulu migas demi ketahanan energi nasional," kata Edy Kurniawan.
Sementara itu, Kepala Divisi Formalitas Hubungan Eksternal dan Sekuriti KKKS BPMA, Irham M. Amin, menyoroti pentingnya keterlibatan aparat wilayah dalam menjaga komunikasi publik.
"Kami berharap melalui kegiatan ini bisa bersama-sama melihat kondisi lapangan untuk memantau langsung dan melihat situasi yang ada," ujar Irham M. Amin.
Ia juga menekankan peran strategi pengamanan terpadu bersama elemen masyarakat.
"Maka, dukungan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial yang dilaksanakan para Babinsa memiliki peran strategis dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menyampaikan informasi yang benar guna menjaga situasi tetap kondusif," kata Irham M. Amin.
Ia menegaskan harapan terhadap hasil pengawasan bersama ini.
"Dengan pengawasan dan pengamanan yang terpadu, diharapkan seluruh operasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat sekitar," ujar Irham M. Amin.
Dari pihak TNI AD, Paban VII/Kermater Sterad, Kolonel Inf. Hipni Maulana Farhan, menyatakan kegiatan ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah pusat.
"Monev ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan PKS antara TNI AD dan BPMA, khususnya dalam mendukung program Asta Cita Presiden, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru," ujar Hipni Maulana Farhan.
Waaster Kasdam IM, Letkol Kav Makhyar, menyampaikan komitmen TNI dalam melakukan penanganan secara kolaboratif dan preventif di lapangan.
"Kita lakukan pendekatan strategis dan kolaboratif sehingga semua potensi isu dapat diselesaikan dengan baik. Tugas kita adalah melakukan pencegahan dini agar isu-isu hoaks tidak menjadi potensi konflik, itulah fungsi Binter," ujar Makhyar.
Selanjutnya, Pabandya-3/Min Wasev Kerma Spaban VII, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, mengibaratkan kekompakan tim dalam menjaga objek vital nasional seperti formasi penerbangan burung.
"Kegiatan penguatan Bina Teritorial Obvitnas menyentuh sektor vital kehidupan masyarakat Indonesia. Upaya pencegahan merupakan prioritas utama agar potensi permasalahan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan," ujar Khoirul Cahyadi.
Ia menambahkan arahan bagi personel teritorial di lapangan.
"Kami telah mengarahkan ke depan agar para Danramil proaktif dalam melakukan komunikasi sosial," kata Khoirul Cahyadi.
Dukungan dari pihak pengelola lapangan juga disampaikan oleh External Relation Manager Pema Global Energi (PGE), Willya Retnosari, yang menilai kehadiran aparat keamanan meningkatkan keandalan operasional.
"PGE meyakini kolaborasi yang baik antara regulator, aparat keamanan, dan KKKS akan semakin meningkatkan keandalan operasi, sehingga kegiatan produksi migas dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional maupun pembangunan ekonomi Aceh," ujar Willya Retnosari.
Ia juga menyambut positif kunjungan pengawasan langsung ke area kerja.
"Melalui kunjungan lapangan dan monitoring ini, seluruh pihak dapat melihat langsung kondisi operasional sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pengamanan objek vital nasional," kata Willya Retnosari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow