KSAD Minta Maaf atas Ambruknya Jembatan Gantung di Pangandaran

Smallest Font
Largest Font

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas insiden ambruknya Jembatan Garuda di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Minggu (30/8) saat proses peresmian berlangsung.

Jembatan gantung tersebut runtuh saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama puluhan warga berada di atasnya. Kejadian ini menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan putus karena kelebihan kapasitas, sehingga struktur jembatan ambruk.

Maruli mengatakan, "Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut."

Menurut hasil investigasi TNI AD yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono, penyebab ambruknya jembatan adalah kondisi teknis yang kurang optimal dan pembebanan melebihi kapasitas. "Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan," kata Donny.

Donny menjelaskan, beberapa bagian konstruksi yang bermasalah antara lain pengait block anchor yang patah, konfigurasi block anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada pylon. Pada saat kejadian, jembatan menahan beban sekitar 50 orang secara bersamaan.

Ia menambahkan, "Jembatan Gantung Garuda merupakan jenis jembatan perintis yang dibangun sebagai solusi akses masyarakat di wilayah geografis sulit. Jembatan perintis memiliki batas kemampuan tertentu, sehingga aspek pembebanan sangat penting untuk diperhatikan dan telah dicantumkan ketentuan batas jumlah orang di atas jembatan."

Donny juga menegaskan, "Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi."

Sebagai tindak lanjut, TNI AD akan mengevaluasi dan memperbaiki sistem jembatan, termasuk peningkatan kekuatan sling sekitar 20 hingga 30 persen. Evaluasi juga mencakup konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan ketentuan keselamatan pada jembatan perintis lainnya.

Donny menyatakan, "Sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat, jembatan akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai kebutuhan untuk memastikan kelayakan penggunaannya."

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih pembangunan jembatan permanen di Desa Margacinta yang direncanakan rampung pada 2027. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, "Kami segera membangun jembatan permanen sehingga bisa dilewati banyak orang, mobil, bisa angkut hasil pertanian, peternakan, perikanan, kelautan."

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan jembatan dengan bijak, tidak untuk balapan, agar konstruksi tahan lama dan aman.

Polisi setempat melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan situasi tetap aman setelah kejadian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed