Buleleng dan Denpasar Dorong Percepatan Pendataan Perlinsos
Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Pemerintah Kota Denpasar mengintensifkan strategi pemetaan dan pengawalan verifikasi lapangan guna mengakselerasi pencapaian target nasional pendataan Kartu Keluarga Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Langkah percepatan di Buleleng difokuskan pada penguatan peran aparatur pemerintah hingga lini desa. Sekretaris Kecamatan Kubutambahan I Nyoman Budiarsana menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara di wilayahnya untuk terlibat langsung memantau verifikasi data warga.
“Melalui pelaksanaan tugas yang disiplin dan bertanggung jawab, kita dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung setiap program dan kegiatan pemerintah, khususnya dalam momentum Bulan Agustus ini,” ujar Sekretaris Kecamatan Kubutambahan I Nyoman Budiarsana.
Di samping itu, Camat Kubutambahan I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra menggalang kolaborasi dengan tenaga pendidik serta perbekel. Pelibatan ini dilakukan untuk menjaring warga yang belum terdaftar agar penyaluran bantuan sosial lebih akurat.
Upaya serupa di Kota Denpasar dilakukan dengan mengoptimalkan sarana adat seperti Balai Banjar dan Balai Desa. Pelibatan lintas dinas turut dikerahkan untuk menjangkau komunitas seni, pedagang pasar, hingga kelompok nelayan.
Kendala teknis berupa gangguan sistem pusat sempat menginterupsi jalannya penginputan data warga di lapangan, sehingga memicu penurunan kehadiran warga pada jadwal pendaftaran susulan.
"Akibat gangguan sistem, masyarakat yang sudah hadir harus kembali pulang dan dijadwalkan datang keesokan harinya. Namun, tingkat kehadiran pada hari berikutnya tidak lagi semaksimal sebelumnya," ujar Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Aryawibawa.
Guna mengejar ketertinggalan akibat kendala tersebut, integrasi melalui jejaring struktur adat dipandang lebih efektif dibandingkan metode penyisiran langsung ke rumah-rumah warga.
"Kalau rata-rata kenaikan satu persen per hari, maka sekitar 20 hari ke depan target minimal 40 persen bisa tercapai," kata I Kadek Agus Aryawibawa.
Pemanfaatan Balai Banjar serta Balai Desa dinilai menjadi kunci efisiensi pengumpulan data warga secara kolektif di wilayah Denpasar.
"Dimana keunggulan utama daerah Denpasar terletak pada keberadaan Balai Banjar dan Balai Desa yang sangat efektif sebagai wadah kumpul masyarakat. Dibandingkan kota besar lain seperti Surabaya yang mengandalkan hingga 37.000 agen untuk melakukan penyisiran rumah ke rumah (canvassing/door-to-door), struktur adat dan kemasyarakatan di Denpasar memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi jika dimanfaatkan secara optimal," kata I Kadek Agus Aryawibawa.
Atas keterlibatan lintas sektor dalam memacu pencapaian target pendataan ini, jajaran pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada para petugas di lapangan.
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran OPD, camat, dan perbekel/lurah atas kerja keras serta kolaborasi aktif yang telah ditunjukkan selama ini," ujar I Kadek Agus Aryawibawa.
Pemerintah Kota Denpasar juga menetapkan evaluasi berkala tiga kali sehari serta memberikan perhatian khusus bagi 18.000 warga berpenghasilan rendah kategori Desil 5 dan Desil 6.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow