Mata Sering Perih dan Mengganjal? Ini 4 Cara Mengatasi Mata Kering Menurut Riset

Smallest Font
Largest Font

Mengalami kondisi di mana mata sering perih dan mengganjal tentu sangat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Gejala ini sering kali menjadi tanda utama dari sindrom mata kering, sebuah kondisi medis yang terjadi ketika produksi atau kualitas cairan pelumas mata mengalami gangguan nyata. Banyak orang mengabaikan keluhan ini atau sekadar menganggapnya sebagai kelelahan biasa, padahal penanganan yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah iritasi lebih lanjut.

Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan medis spesifik apa pun terkait kesehatan indra penglihatan Anda.

Secara ilmiah, cairan air mata manusia memiliki struktur yang cukup kompleks dan tidak hanya terdiri dari air murni saja. Berdasarkan informasi medis dari Alodokter, komponen air mata sebenarnya terdiri dari campuran air, garam, minyak, lendir, serta protein khusus.

Kombinasi kelima unsur ini berfungsi menjaga kelembapan permukaan bola mata serta melindunginya dari paparan debu maupun infeksi bakteri luar. Ketika salah satu komponen tersebut tidak seimbang, mata akan kehilangan pelumas alaminya secara drastis.

Faktor usia juga memegang peranan besar dalam memicu penurunan fungsi produksi cairan pelumas ini. Risiko mengalami gangguan mata kering ini tercatat meningkat secara signifikan pada orang lanjut usia atau yang telah berusia di atas 50 tahun. Selain faktor penuaan alami, kebiasaan menatap layar gawai terlalu lama tanpa jeda di era modern ini turut mempercepat penguapan cairan pelumas.

Akibatnya, keluhan berupa "kenapa mata sering perih dan mengganjal" menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering dicari oleh masyarakat yang mencari solusi ke dokter.

Sebelum menentukan langkah penanganan, dokter spesialis mata biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab pastinya. Langkah ini penting karena pengobatan yang efektif harus disesuaikan dengan jenis gangguan air mata yang dialami pasien. Setidaknya ada tiga jenis tes utama yang kerap diaplikasikan di rumah sakit atau klinik spesialis mata untuk menguji kondisi ini.

1. Prosedur Uji Tes Schirmer

Tes Schirmer merupakan salah satu metode diagnostik yang paling sering digunakan untuk mengukur volume total produksi cairan air mata.

Pemeriksaan produksi air mata ini menggunakan bantuan kertas khusus berukuran kecil yang diletakkan secara hati-hati pada bagian sudut kelopak mata bawah selama 5 menit. Pasien akan diminta memejamkan mata sejenak selama proses pengukuran berlangsung.

Dokter akan menyatakan hasil positif sindrom mata kering jika bagian kertas khusus yang basah oleh air mata ternyata kurang dari 10 mm.

2. Pemeriksaan Tear Break Up Time

Berbeda dengan tes sebelumnya, metode ini difokuskan untuk menilai seberapa cepat cairan pelumas mata menguap setelah seseorang berkedip. Prosedur pemeriksaan kecepatan penguapan air mata ini dilakukan oleh dokter dengan menggunakan bantuan zat pewarna khusus yang aman bagi mata. Setelah zat pewarna diteteskan, pasien diminta berkedip lalu menahan mata tetap terbuka beberapa saat di depan alat pemindai khusus.

Hasil dinyatakan positif mata kering jika dokter mendeteksi terjadinya retakan pada lapisan cairan mata dalam waktu kurang dari 10 detik setelah kedipan terakhir pasien.

3. Tes Osmolaritas Air Mata

Pemeriksaan yang satu ini dikenal sebagai metode evaluasi yang paling akurat untuk memeriksa kualitas komponen di dalam cairan pelumas. Tes osmolaritas air mata merupakan pemeriksaan definitif komposisi air mata untuk melihat konsentrasi kekentalan partikel di dalamnya. Melalui sampel kecil cairan pelumas yang diambil, alat laboratorium akan menghitung angka osmolaritasnya secara presisi.

Tenaga medis akan menetapkan hasil positif jika terjadi peningkatan osmolaritas air mata yang melebihi angka 308 mOsm/L.

Metode Pemeriksaan Diagnostik untuk Gangguan Sindrom Mata Kering
Jenis Pemeriksaan MedisParameter yang DiukurAmbang Batas Hasil Positif
Tes SchirmerVolume total produksi air mataKurang dari 10 mm
Tear Break Up TimeKecepatan penguapan cairan mataKurang dari 10 detik
Tes OsmolaritasKomposisi dan kekentalan cairanLebih dari 308 mOsm/L
Cara Mengatasi Mata Kering - 4 Perawatan Rumahan Tingkat Lanjut | KlikDokter

4 Cara Mengatasi Mata Kering Berdasarkan Rekomendasi Medis

Setelah memahami ciri ciri mata kering dan cara mengatasinya melalui diagnosis medis, Anda dapat menerapkan beberapa langkah penanganan yang telah teruji.

Penanganan ini meliputi perawatan mandiri di rumah hingga penggunaan terapi obat-obatan topikal sesuai dengan anjuran dokter mata.

Berikut adalah empat metode utama yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan untuk memulihkan kelembapan mata Anda.

1. Menggunakan Obat Tetes Mata Buatan

Langkah pertama yang paling umum disarankan untuk mengatasi gejala ringan adalah dengan memberikan cairan pelumas tambahan. Obat tetes mata buatan atau yang sering disebut sebagai air mata buatan berfungsi menggantikan peran cairan alami yang hilang.

Cairan ini dapat diaplikasikan secara mandiri di rumah guna meredakan rasa sepet dan perih dengan cepat. Menurut panduan medis dari Hello Sehat dan KlikDokter, obat tetes mata buatan ini dapat digunakan sampai 4 kali dalam sehari sesuai anjuran dokter.

Pastikan Anda memilih produk generik yang bebas dari kandungan bahan pengawet jika menggunakannya dalam jangka panjang agar tidak memicu iritasi tambahan.

2. Menerapkan Terapi Kompres Hangat Secara Rutin

Bagi pasien yang mengalami penyumbatan pada kelenjar minyak di kelopak mata, terapi suhu hangat dapat menjadi solusi alami yang sangat membantu.

Kompres hangat berfungsi untuk mencairkan sumbatan minyak yang mengeras sehingga aliran pelumas air mata kembali lancar. Cara mengobati mata kering secara alami ini sangat praktis dan bisa dilakukan kapan saja di sela kesibukan Anda. Berdasarkan petunjuk dari KlikDokter, proses kompres hangat ini sebaiknya dilakukan sekitar 4 kali sehari dengan durasi masing-masing selama 3 menit.

Anda cukup menggunakan kapas kosmetik bersih yang telah direndam di dalam air hangat, lalu menempelkannya lembut pada kelopak mata yang terpejam.

3. Mengaplikasikan Aturan Istirahat Mata 20-20-20

Bekerja di depan layar monitor dalam waktu lama sering kali membuat frekuensi berkedip manusia menurun drastis secara tidak sadar. Hal inilah yang memicu keluhan cara mengatasi mata sepet karena komputer menjadi sangat krusial bagi para pekerja kantoran.

Untuk mengatasinya, para ahli menerapkan metode jeda berkala yang sangat efektif mengurangi ketegangan otot akomodasi mata. Aturan istirahat mata yang benar adalah dengan mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali dari layar digital.

Selama jeda tersebut, Anda diwajibkan untuk melihat objek lain yang berjarak minimal 6 meter atau lebih selama durasi 20 detik.

4. Menjalani Terapi Obat Siklosporin untuk Kondisi Berat

Jika metode perawatan mandiri di atas belum memberikan hasil optimal, dokter biasanya akan meresepkan obat topikal yang bekerja lebih kuat.

Salah satu zat aktif yang kerap digunakan untuk kasus kronis adalah senyawa generik antiradang bernama siklosporin. Kandungan obat siklosporin ini umumnya mengandung siklosporin 0,05 persen yang bersifat antiradang untuk penyakit mata kering tingkat sedang hingga berat. Obat keras ini bekerja dengan cara menekan reaksi inflamasi kronis pada kelenjar air mata sehingga memicu produksi cairan alami kembali normal.

Sesuai dengan protokol klinis, dosis siklosporin ini hanya boleh digunakan sebanyak satu tetes setiap 12 jam atau 2 kali sehari.

Ada aturan penggunaan obat yang sangat ketat jika Anda juga menggunakan terapi cairan pelumas tambahan secara bersamaan. Beri jeda waktu selama minimal 15 menit jika siklosporin digunakan bersamaan dengan air mata buatan agar seluruh cairan obat menyerap sempurna.

Pasien perlu memahami bahwa obat ini memerlukan waktu untuk bekerja secara optimal di dalam jaringan mata. Rasa hangat atau sedikit panas umumnya muncul pada seminggu pertama pemakaian siklosporin, dan kemajuan kondisi klinis biasanya baru akan dirasakan setelah kurang lebih sebulan pemakaian teratur.

Pentingnya Nutrisi dan Modifikasi Gaya Hidup

Selain melakukan tindakan medis dari luar, kesehatan lapisan air mata juga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang diserap oleh tubuh. Mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak tertentu terbukti secara klinis mampu meningkatkan kualitas hidrasi organ penglihatan.

Langkah pemenuhan nutrisi ini bertindak sebagai terapi pendukung yang krusial dari dalam tubuh. Sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Ophthalmology tahun 2013 membuktikan fakta klinis mengenai efektivitas zat gizi ini. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi asam lemak esensial omega-3 selama satu bulan penuh membantu meningkatkan produksi air mata secara signifikan serta menurunkan laju penguapan cairan.

Anda dapat memperoleh asupan asam lemak esensial ini dari konsumsi ikan laut atau melalui suplemen tambahan sesuai petunjuk dosis dokter.

Hindari juga paparan langsung dari hembusan angin kipas angin atau pendingin ruangan yang mengarah langsung ke wajah karena dapat mempercepat kekeringan pada bola mata. Apabila keluhan mata perih tetap berlanjut atau disertai dengan gangguan ketajaman penglihatan, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan spesifik dari dokter spesialis mata.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed