Cegah Kerusakan Mobil Hybrid Akibat Paparan Abu Vulkanik

Smallest Font
Largest Font

Sebaran abu vulkanik dari erupsi gunung berapi berpotensi memicu kerusakan fatal pada kendaraan, termasuk mobil tipe hybrid. Partikel sangat halus tersebut mengandung silika atau pasir kuarsa dengan tingkat ketajaman tinggi menyerupai pecahan kaca serta memiliki sifat korosif.

Sistem elektrifikasi pada mobil hybrid Toyota sebenarnya dirancang kedap air dan tertutup rapat. Hal ini membuat material asing dari luar sulit menerobos ke dalam komponen utama elektrifikasi.

Kendati demikian, pengemudi tetap diimbau memantau kondisi kendaraan secara berkala melalui MID dan panel instrumen. Pengecekan ke bengkel terdekat harus segera dilakukan apabila muncul indikasi malfungsi pada layar kontrol.

"Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat. Jangan ragu untuk berkunjung ke bengkel Auto2000 meskipun belum saatnya servis berkala kalau merasakan ada masalah pada mobil sebagai dampak dari abu vulkanik," kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam siaran persnya.

Dikutip dari Detik Oto, Auto2000 membagikan enam langkah antisipasi untuk melindungi komponen vital kendaraan dari paparan abu vulkanik.

Pembersihan bodi dan kaca membutuhkan teknik khusus agar tidak memicu goresan permanen pada cat maupun kaca mobil.

Semprot kaca menggunakan cairan pembersih wiper atau siram memakai air bertekanan sebelum menyekanya. Penggunaan wiper atau kain lap secara langsung saat abu masih menempel sangat dilarang karena dapat menggores permukaan kaca.

Prosedur serupa berlaku untuk area bodi kendaraan. Pembilasan dengan air mengalir wajib dilakukan guna meluruhkan partikel abu, terutama pada bagian bodi yang memiliki goresan agar tidak memicu timbulnya karat.

Pemeriksaan Filter dan Sirkulasi Udara

Sektor pembakaran dan sirkulasi udara kabin menjadi area yang paling rentan tersumbat kotoran halus.

Partikel abu yang masuk ke saluran pembuangan dapat mengganggu kinerja intake mesin. Filter udara perlu segera diperiksa dan diganti jika sudah kotor tanpa perlu menunggu jadwal servis berkala.

Kondisi serupa dapat terjadi pada sistem pendingin ruang kabin. Abu vulkanik yang terbawa sirkulasi AC bakal menyumbat aliran udara sekaligus memperburuk kualitas udara di dalam mobil.

Pembersihan area dasbor dan kolong dek depan sangat disarankan untuk menjaga kebersihan sirkulasi AC. Penggantian filter kabin juga perlu disegerakan jika kondisinya mulai memburuk.

Pengawasan Rem dan Sensor Kendaraan

Sistem pengereman dan perangkat sensor elektronik membutuhkan perhatian ekstra karena letaknya yang tersembunyi.

Munculnya bunyi mendecit atau penurunan daya cengkeram menjadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem pengereman. Pemilik kendaraan disarankan langsung mendatangi bengkel resmi untuk pemeriksaan teknis.

Sebagian besar sensor kendaraan terpasang di area yang sulit dipantau secara kasatmata. Pemilik mobil wajib memperhatikan indikator pada panel instrumen dan segera melakukan pemindaian komputer di bengkel jika lampu peringatan menyala.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed