Cekcok Pengendara Mobil Listrik di SPKLU PLN Akibat Antrean Digital

Smallest Font
Largest Font

Keributan antar pengendara mobil listrik meletus di salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN akibat perbedaan pemahaman soal sistem antrean. Insiden ini viral di media sosial setelah diunggah akun X @SmwGwOto, yang menampilkan dua pria saling cekcok dan hampir terlibat baku hantam.

Pengendara BYD M6 menolak mengikuti antrean digital yang berlaku di SPKLU. Sistem ini mengharuskan pengguna memindai barcode di mesin charger lalu menscannya lewat aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan giliran pengisian daya.

"Yang kita tahu, antre SPKLU via barcode di mesin lalu scan di aplikasi. Kita ikuti aturan itu. Tapi muncul anomali ini, tanpa scan, dia hanya duduk menunggu sambil ngobrol, lalu menunggu sambil mengisi daya di charger sebelah tanpa memindai barcode fast charging.

Pas charger sebelah selesai, antrean otomatis masuk ke aplikasi kita. Saat mau mengisi daya, dia malah marah. Berkali-kali teriak kasar, padahal dia yang sudah capek dan tak punya energi lagi untuk ribut.

Bingung saja, mobil sudah canggih, tapi otaknya masih kolotan," demikian kronologi yang dijelaskan dalam video.

"Dia tadi juga antre, nggak pakai barcode, barcode," ujar seorang pria berbaju putih pengendara BYD M6.

PLN sendiri telah menerapkan sistem antrean digital untuk SPKLU. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna dapat memantau antrean tanpa harus menunggu di lokasi charger.

"Kenalan sama AntreEV. Fitur di PLN Mobile yang membuat antre charging jadi lebih praktis," tulis akun PLN_ID.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed