Cesc Fabregas Pimpin Como Melawan Arsenal di Emirates

Smallest Font
Largest Font

Cesc Fabregas kembali ke Stadion Emirates sebagai pelatih Como dalam laga persahabatan pramusim terakhir sebelum Community Shield pada 13 Agustus 2026 malam hari, menandai momen penting klub Italia yang kini dipimpinnya.

Fabregas, yang pernah menjadi kapten Arsenal dan kini berusia 39 tahun, membawa Como dari divisi keempat hingga ke kompetisi Liga Champions. Ia mulai bergabung dengan Como sebagai pemain pada Agustus 2022 dan kemudian beralih menjadi staf pelatih.

Keberhasilan Como mencapai Serie A dan promosi ke Liga Champions terjadi pada akhir musim 2023-2024, saat Fabregas menjabat sebagai asisten pelatih. Ia resmi menjadi pelatih kepala pada Juli 2026, didukung investasi dari keluarga Suwarso.

"Saya adalah yang paling tidak penting di sini. Senang kembali ke tempat yang sangat saya cintai, tapi saya lebih fokus melihat bagaimana pemain kami bermain di hadapan 65.000 penonton dan bagaimana kami menghadapi atmosfer pertandingan," ujar Fabregas saat sesi jumpa pers.

Fabregas menegaskan pentingnya karakter dan pengalaman bagi tim mudanya yang sebagian besar berusia 19 hingga 20 tahun. Ia menambahkan, "Kami tahu kualitas dan teknik kami, tapi pengalaman bermain di level ini, termasuk atmosfer dan semangat, sangat penting untuk perkembangan mereka."

Selain laga reuni Fabregas, Arsenal juga merasakan dinamika transfer dengan kepergian Christian Norgaard ke Everton. Norgaard mengucapkan terima kasih kepada Arsenal atas pengalaman bermain dan budaya tim yang membentuk karakter dan komitmen para pemain.

"Saya bangga telah menjadi bagian dari perjalanan menuju gelar Liga Premier dan babak final Liga Champions," kata Norgaard dalam perpisahannya dengan Arsenal.

Mantan Direktur Olahraga Norwich, Stuart Webber, juga memberikan komentar terkait pemain baru Arsenal, Christos Tzolis, yang sebelumnya kesulitan di Norwich. Webber menilai Tzolis adalah pemain yang tepat pada waktu yang salah dan kini menunjukkan performa terbaiknya setelah pindah ke Arsenal.

"Ini bukan kesalahan siapa pun, tapi waktu yang salah bagi pemain muda. Kini dia membuktikan bakatnya dan kami bangga melihat kemajuannya," ujar Webber.

Como sendiri telah mengukir prestasi dengan memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir, termasuk kemenangan penting di Serie A dan semifinal Coppa Italia musim lalu, menandai kebangkitan klub di bawah kepemimpinan Fabregas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed