China Puji Dukungan PM Malaysia Anwar Ibrahim Soal Prinsip Satu China
Pemerintah China menyambut gembira dan memberikan apresiasi atas pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang secara tegas mendukung prinsip Satu China terkait klaim atas wilayah Taiwan. Dukungan tersebut disampaikan Anwar dalam sebuah wawancara khusus dengan media Al Jazeera pada Senin (17/8/2026), yang kemudian langsung memicu kecaman keras dari pihak Kementerian Luar Negeri Taiwan. Dalam wawancara itu, Anwar menegaskan pandangannya bahwa Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan China.
"Saya memandang Taiwan sebagai bagian dari China, titik," ujar Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Anwar menambahkan bahwa keutuhan suatu negara merupakan hal utama yang harus dipertahankan dari upaya pemisahan diri. "Kita mungkin tidak sependapat dengan... Ada hal-hal yang berlebihan.
Ya, silakan sampaikan pandangan Anda. Namun, hal itu harus dilakukan dalam konteks tersebut. Prinsipnya adalah satu China.
Hal ini diakui oleh semua pihak," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Ia juga menyamakan situasi tersebut dengan pertahanan keutuhan wilayah domestik jika ada daerah yang ingin memisahkan diri. "Saya akan menggunakan Malaysia sebagai contoh. Jika satu provinsi memutuskan untuk memisahkan diri, apakah kita akan menggunakan kekerasan? Saya rasa saya akan mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa," tutur Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Anwar menekankan bahwa tindakan tegas diperlukan demi menjaga keutuhan suatu negara agar tidak terpecah. "Ya Jika tidak, (negara ini) akan terpecah-belah," kata Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia. Pemerintah Beijing merespons positif sikap Anwar melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China di media sosial yang menilai komitmen internasional terhadap prinsip tersebut tidak tergoyahkan.
"China mengapresiasi pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengenai isu Taiwan serta sikap tegasnya terhadap prinsip Satu China. Tidak ada yang akan menghalangi reunifikasi China," tulis Kementerian Luar Negeri China, Kementerian Luar Negeri China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan kembali posisi Beijing dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu. "Hanya ada satu China di dunia dan Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok," ujar Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China. Lin Jian menambahkan bahwa upaya penyatuan kembali wilayah tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah.
"Reunifikasi China merupakan tren sejarah yang tidak dapat dihentikan," kata Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam keras pernyataan Anwar yang dinilai membenarkan penggunaan kekuatan militer oleh China. "Mengingat hubungan erat antara kedaulatan nasional dan keamanan ekonomi, dukungan (Anwar) Ibrahim terhadap China dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan pelaku usaha Taiwan yang berinvestasi di Malaysia," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan, Kementerian Luar Negeri Taiwan.
Menanggapi tanggapan Taiwan, Anwar menegaskan kembali posisinya usai menghadiri sebuah acara di Malaysia pada Kamis (20/8/2026). "Menurut saya kebijakan tersebut tetap ada dan akan terus kita junjung," ujar Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Ia menegaskan bahwa Malaysia selalu mengedepankan solusi damai serta konsisten dengan prinsip historis yang dianutnya. "Tentu saja kami ingin mencari jalan damai bila memungkinkan," imbuh Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia. Anwar juga membandingkan posisinya dengan sejarah integritas wilayah yang pernah dialami oleh negara lain.
"Saya yakin posisi itu benar. Seperti yang saya tunjukkan, Amerika Serikat sendiri pernah mengalami Perang Kemerdekaan Amerika dan tidak mengizinkan wilayah mana pun untuk memisahkan diri. Oleh karena itu, saya hanya mengambil posisi yang konsisten," katanya Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow