Conceicao Peringatkan Amorim Soal Tekanan Besar di AC Milan

Smallest Font
Largest Font

Tingginya ekspektasi di AC Milan membuat kursi pelatih Rossoneri selalu dibayangi tekanan hebat. Mantan juru taktik Milan, Sergio Conceicao, melontarkan peringatan tersebut kepada manajer anyar Rossoneri, Ruben Amorim, dilansir dari Bola. Pengalaman singkat selama enam bulan pada paruh kedua musim 2024/2025 memberikan gambaran nyata bagi Conceicao.

Pelatih asal Portugal itu menilai rumitnya situasi di San Siro tidak bisa melulu dibebankan kepada sosok di pinggir lapangan. Perjalanan Conceicao bersama Milan sejatinya diawali lewat torehan manis gelar Supercoppa Italiana. Namun, performa tim kemudian merosot hingga terlempar ke urutan kedelapan klasemen akhir Serie A dan gagal menembus zona Eropa.

Manajemen Rossoneri lantas menunjuk Massimiliano Allegri untuk mengarungi musim 2025/2026. Nasib serupa kembali berulang setelah Allegri membuang peluang di papan atas dan hanya sanggup membawa tim finis di peringkat kelima.

Kegagalan tersebut berbuntut panjang pada perombakan besar-besaran di jajaran kepelatihan maupun manajemen. Allegri dicopot dari jabatannya berbarengan dengan pemecatan Direktur Olahraga Igli Tare, Direktur Teknik Geoffrey Moncada, serta CEO Giorgio Furlani. Rangkaian keputusan drastis pihak klub semakin memperkuat pandangan Conceicao bahwa akar persoalan Milan berada di luar aspek teknis pelatih. Ia pun memberikan pesan terbuka saat bertugas sebagai analis siaran Champions League di DAZN Portugal.

"Saya mengirimkan pelukan besar kepada Amorim dan mendoakan keberuntungannya dalam perjalanan baru ini. Namun, semuanya tidak akan mudah, terutama karena atmosfer di klub," ujar Conceicao seperti dikutip Football Italia pada Sabtu (12/9/2026). Tuntutan tinggi dari para pendukung dianggap menjadi salah satu beban terberat bagi siapa pun yang menangani Rossoneri. Ekspektasi publik kerap tidak sejalan dengan realitas yang dihadapi tim di lapangan.

"Tekanannya sangat besar. Orang-orang berpikir Milan seharusnya memenangi liga dan Champions League setiap tahun," tuturnya. Meski masa baktinya di San Siro tergolong singkat dan penuh dinamika, Conceicao tetap menganggap periode tersebut memberikan hasil yang tidak sepenuhnya mengecewakan bagi klub.

"Saya berada di Milan selama enam bulan. Saya tidak akan mengatakan semuanya berjalan baik, tetapi kami berhasil memenangi Supercoppa dan mencapai final Coppa Italia," katanya.

Conceicao juga mengomentari klaim Amorim mengenai rekor minim trofi Milan dalam dua dekade terakhir. Ia membenarkan catatan historis tersebut sekaligus mengingatkan perannya dalam sumbangan gelar Rossoneri.

"Amorim baru-baru ini mengatakan Milan hanya memenangi dua gelar liga dalam 20 tahun dan itu benar. Salah satu dari dua trofi terbaru mereka adalah milik saya," kata Conceicao. Keputusan klub melepas Allegri beserta jajaran direksi dipandang Conceicao sebagai pembenaran atas argumennya.

Ia meminta publik tidak lagi menjadikan pelatih sebagai kambing hitam tunggal atas keterpurukan tim. "Ini sudah membuktikan bahwa pelatih bukanlah masalahnya. Tentu saja, saya mengambil bagian dari kesalahan dan tidak ingin lari dari tanggung jawab.

Namun sekarang kita sudah melihat Allegri dan seluruh tim manajemen juga tersingkir," tegasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed