CT Scan Calcium Score Deteksi Penumpukan Kalsium Pembuluh Darah Jantung
Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dengan catatan 19,8 juta kasus setiap tahun. Data World Health Organization menunjukkan bahwa 85 persen dari angka kematian tersebut dipicu oleh serangan jantung dan stroke. Risiko penyakit ini kini tidak hanya mengintai kelompok usia lanjut, tetapi juga makin marak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Pemanfaatan teknologi medis seperti CT Scan Calcium Score menjadi langkah krusial untuk memetakan penumpukan kalsium pada pembuluh darah sebelum berakibat fatal. Menurut praktisi kesehatan dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K), kalsium di dalam darah dapat mengalami proses kalsifikasi hingga berikatan dengan lemak serta komponen tubuh lainnya. Penumpukan tersebut membentuk plak keras di dinding arteri koroner yang berisiko menyumbat aliran darah akibat aterosklerosis, sebagaimana dikutip dari Detik Health.
Pemeriksaan kesehatan jantung dilakukan secara berjenjang sesuai petunjuk klinis. Pasien memulainya dari pemeriksaan fisik, anamnesis riwayat kesehatan, hingga perekaman irama jantung melalui Elektrokardiogram. Tes pendukung lain meliputi USG jantung dan treadmill test sebelum melangkah ke tahap pemindaian CT Calcium Score atau kateterisasi.
Prosedur CT Scan Calcium Score tergolong praktis dan non-invasif tanpa memerlukan tindakan pembedahan. Pemindaian ini berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit untuk memberikan hasil skor akumulasi kalsium pada pembuluh darah secara otomatis.
"CT Scan ini kan modalitas pemeriksaan yang sederhana, tidak invasif, tidak kita apa-apakan kalsiumnya, dan relatif cepat. Prosesnya sekitar 10 sampai 15 menit langsung ada hasilnya. Karena prinsipnya dia kayak scan singkat dan cepat, tanpa risiko," kata dr Maya.
Kategori Skor Kalsium dan Rekomendasi Medis
Hasil pemindaian kalsifikasi koroner terbagi ke dalam beberapa batasan tingkat risiko:
- Skor 0: Tidak ditemukan kalsifikasi koroner.
- Skor 1-10: Penumpukan kalsium minimal dan pembentukan plak masih baru.
- Skor 11-100: Kalsifikasi koroner tingkat ringan.
- Skor 101-400: Kalsifikasi koroner tingkat sedang.
- Skor >400: Kalsifikasi berat dengan penumpukan plak tebal yang meningkatkan beban risiko kardiovaskular.
Pemeriksaan ini sangat disarankan bagi individu tanpa keluhan nyeri dada tetapi memiliki faktor risiko tinggi, seperti riwayat penyakit jantung keluarga atau kadar kolesterol tinggi. Kendati demikian, hasil skor nol tidak menjamin seseorang terbebas sepenuhnya dari ancaman penyakit jantung.
"Harus hati-hati. Kalaupun misalnya skornya 0, belum tentu dia mutlak aman atau risikonya mutlak 0. Bisa jadi plak atau keraknya itu baru terbentuk," ujar dr Maya.
"Kalau sesuatu yang baru, deposit kalsiumnya belum banyak, jadi belum bisa kita tangkap dengan perhitungan kalsium skor ini," kata dr Maya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow