Daffa Wardhana Bagikan Tips Jaga Ketenangan Mental saat Maraton
Aktor Daffa Wardhana membagikan pengalamannya dalam mengelola kondisi fisik dan mental saat mengikuti ajang lari maraton, seperti dilansir dari Detik Hot.
Pemeran film Pemukiman Setan ini menyebutkan bahwa fase paling kritis dalam balapan jarak jauh tersebut umumnya muncul di kilometer-kilometer akhir sebelum garis finis.
Guna mengatasi situasi tersebut, fokus utama seorang pelari bukanlah memacu kecepatan secara terburu-buru, melainkan mempertahankan Ketenangan pikiran.
"Sebagai pelari maraton, saya belajar bahwa tidak semua tantangan harus dilawan dengan terburu-buru. Ada kalanya kita perlu melambat sejenak, mengatur napas, memastikan tubuh tetap terhidrasi, recharge, lalu kembali fokus pada langkah berikutnya," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).
Prinsip menjaga kestabilan emosi dan kestabilan mental ini dinilai tidak hanya berlaku di area lintasan lari. Langkah tersebut juga dianggap sangat relevan dalam menghadapi rutinitas harian yang dipenuhi berbagai tekanan maupun gangguan.
"Di tengah banyaknya distraksi dan tekanan, kemampuan untuk tetap tenang, menjadi adem justru membuat kita bisa melangkah lebih jauh," tuturnya.
Putra dari aktris Marini Zumarnis ini juga menerapkan semangat ketenangan tersebut ke dalam bentuk aksi sosial. Ia terlibat aktif mengampanyekan pentingnya donor darah bagi para penderita talasemia bersama komunitasnya.
"Melalui kegiatan olahraga lari, saya berupaya meningkatkan kesadaran publik serta memberikan edukasi mengenai penyakit talasemia," katanya.
Inisiatif sosial yang dijalankan Daffa selaras dengan gagasan yang diusung oleh Aqua. Lewat diskusi bertajuk 'Finding Your Calm in the Age of Chaos' pada ajang IDEAFEST 2026, masyarakat diajak untuk memaknai ketenangan secara lebih mendalam.
"Hari ini kita hidup di tengah informasi yang datang tanpa henti. Sering kali kita merasa harus langsung merespon semuanya, padahal tidak semua hal perlu ditanggapi saat itu juga. Di tengah situasi seperti ini, selalu ada orang-orang yang memilih untuk pause, mengatur diri, lalu merespon dengan lebih sadar. Mereka inilah yang kami sebut sebagai Kaum Adem," ujar Riza Rahman, Head of Brand Aqua.
Sikap adem yang dimaksud diartikan sebagai kemampuan untuk tetap adaptif, tenang, dan hadir penuh dalam setiap kondisi, bukan bentuk penghindaran dari tantangan.
"Sebagai bangsa, kita memiliki budaya yang menjunjung kebersamaan dan keharmonisan. Kami percaya bahwa sifat 'adem' sebenarnya sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia. Tantangannya hari ini adalah bagaimana kita dapat terus menjaga nilai tersebut di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar melalui sikap yang positif dan penuh kesadaran," pungkas Riza Rahman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow