Dan Burn Puji Performa Elliot Anderson Bersama Timnas Inggris
Bek senior Dan Burn memberikan pujian tinggi kepada kompatriotnya, Elliot Anderson, yang tampil gemilang mengawal lini tengah Timnas Inggris selama turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Anderson terus menunjukkan konsistensi permainan yang mengesankan bagi skuad asuhan Thomas Tuchel, termasuk saat mengatasi perlawanan sengit Norwegia di babak perempat final.
Kombinasi duo pemain asal Newcastle ini menjadi salah satu sorotan menarik di kubu Tiga Singa. Terlebih setelah laga melawan Norwegia usai, kedua pemain tertangkap kamera berpelukan penuh emosi merayakan keberhasilan melangkah ke babak semifinal.
Burn mengungkapkan kekagumannya terhadap ketenangan dan mentalitas yang dimiliki oleh gelandang muda berusia 23 tahun tersebut sejak masa-masa awal kariernya di level klub.
"Dia sangat tenang dan tidak ada yang benar-benar memengaruhi Elliot dari apa yang saya lihat. Mulai dari perkembangannya saat masih kecil, berlatih bersama Newcastle, hingga sekarang menjadi starter di Piala Dunia. Karakternya tidak pernah berubah, selalu menginginkan bola.
Bermain dengan intensitas yang disukai manajer. Saya sangat senang untuknya tempo hari [dalam kemenangan atas Kroasia] karena dia mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan pribadinya. Dia telah menunjukkan kualitas yang dia miliki," ujar Dan Burn, bek Timnas Inggris.
Burn juga merefleksikan proses kepindahan paksa sang gelandang dari Newcastle United ke Nottingham Forest akibat regulasi finansial Premier League (PSR) pada pertengahan tahun 2024 silam.
"Saya tidak berpikir dia ingin meninggalkan Newcastle [dalam penjualan paksa ke Nottingham Forest karena situasi PSR pada Juni 2024] tetapi apakah dia akan berada di posisi sekarang ini jika masih di Newcastle?" tanya Dan Burn, bek Timnas Inggris.
Di sisi lain, Anderson sendiri mengakui bahwa pertandingan perempat final melawan Norwegia yang berlangsung di bawah cuaca panas dan kelembapan tinggi kota Miami sangat menguras energi fisik para pemain.
"Itu sangat sulit. Sangat sulit," kata Elliot Anderson, gelandang Timnas Inggris.
Pemain yang baru saja merampungkan transfer pemecah rekor ke Manchester City ini mencatatkan daya jelajah tertinggi dengan menempuh jarak 14,8 kilometer sepanjang laga dramatis tersebut.
"Saya mengalami kram beberapa kali [di babak perpanjangan waktu]. Namun semangat juang yang dimiliki para pemain sangat luar biasa untuk menjadi bagian di dalamnya. Para penggemar harus bangga dengan perjuangan dan tekad yang kami tunjukkan," tambah Elliot Anderson, gelandang Timnas Inggris.
Meski mengapresiasi daya juang tim, Anderson merasa permainan Inggris masih bisa ditingkatkan demi meraih hasil maksimal di laga-laga berikutnya.
"Kami bisa saja membuatnya lebih mudah bagi kami jika kami bermain lebih banyak sepak bola dan tidak harus berlari terlalu banyak," jelas Elliot Anderson, gelandang Timnas Inggris.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi taktik permainan di atas lapangan hijau demi mendominasi pertandingan.
"Kami bisa lebih baik. Terkadang permainan kami bagus dan di lain waktu tidak begitu bagus," ungkap Elliot Anderson, gelandang Timnas Inggris.
Kendati demikian, dirinya tetap optimis dengan potensi besar yang dimiliki skuad Inggris dalam menatap sisa turnamen.
"Namun itulah sepak bola, bukan? Terkadang Anda menetapkan rencana dan kami tidak sepenuhnya berhasil melakukannya. Namun ada kilasan-kilasan performa dan begitu kami melakukannya dengan benar, saya pikir kami akan sangat menakutkan," tegas Elliot Anderson, gelandang Timnas Inggris.
Sementara itu, manajer Thomas Tuchel juga memberikan apresiasi khusus terhadap fleksibilitas taktik timnya, termasuk eksperimen menempatkan gelandang serang Morgan Rogers untuk bermain lebih ke dalam guna menyeimbangkan tim saat Declan Rice ditarik keluar.
"Kami bermain dengan Morgan Rogers di posisi nomor delapan dan secara defensif sebagai poros ganda nomor enam," jelas Thomas Tuchel, manajer Timnas Inggris.
Tuchel mengaku sangat puas dengan kontribusi positif para pemain pengganti yang mampu menjaga ritme permainan di tengah situasi sulit.
"Dia adalah salah satu pemain kunci saya. Saya sangat, sangat senang dengan penampilannya. Dia membuat langkah besar ke depan, seperti semua pemain pengganti kami, tetapi terutama Morgan di posisi baru – benar-benar top," puji Thomas Tuchel, manajer Timnas Inggris.
Mantan manajer Newcastle United, Eddie Howe, juga sempat mengutarakan penyesalan mendalam klubnya saat terpaksa melepas bakat muda terbaik akademi mereka tersebut dua tahun lalu.
"Itu adalah sesuatu yang kami sesali saat kami melakukannya. Kami tahu itu akan menjadi transfer yang sangat, sangat menyakitkan, transfer yang harus kami lakukan," ungkap Eddie Howe, manajer Newcastle United.
Howe membeberkan bahwa tim pelatih sejatinya sangat menyadari potensi besar Anderson yang mulai tampil efektif di skuad utama Newcastle saat itu.
"Kami tidak punya pilihan, tetapi itu mungkin transfer paling enggan yang pernah saya lakukan, karena kami tahu kualitas pemain tersebut. Kami telah melihatnya dari dekat selama beberapa tahun berlatih bersama kami. Dia mulai menembus ke dalam tim dan bagi saya, di akhir musim itu, dia sangat efektif di sejumlah posisi berbeda," tambah Eddie Howe, manajer Newcastle United.
Kendati harus merelakan sang pemain bersinar di tempat lain, Howe tetap mendoakan kesuksesan jangka panjang bagi masa depan karier profesional Anderson.
"Sangat menyakitkan melihatnya melakukan hal itu terhadap kami hari ini, dia akan melangkah dan memiliki karier yang fantastis, ke mana pun dia pergi, ke mana pun kariernya membawanya. Dia juga anak yang hebat, jadi ini menyakitkan bagi kami untuk diterima, tetapi dia adalah pemain yang luar biasa," tutup Eddie Howe, manajer Newcastle United.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow