Dana White Sebut Duel Islam Makhachev Mengubah Pasar Pertarungan

Smallest Font
Largest Font

CEO UFC Dana White menilai pertarungan perebutan sabuk kelas welter antara Islam Makhachev dan Ian Machado Garry pada ajang UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Minggu (16/8/2026), berhasil mengubah cara pandang pasar terhadap tontonan seni bela diri campuran.

Kemenangan tersebut menjadi hasil positif pertama bagi Islam Makhachev dalam mempertahankan sabuk juara kelas welter. Hasil serupa juga diraih Mackenzie Dern yang berhasil mempertahankan gelar juara kelas strawweight wanita usai mengalahkan Gillian Robertson. Kedua laga utama tersebut sama-sama berakhir lewat keputusan juri setelah bergulir selama lima ronde penuh dengan pertimbangan skor yang identik, yakni 49-46, 49-46, dan 48-47.

Perhatian besar dari penonton global terhadap UFC 330 dinilai membuktikan bahwa daya tarik suatu ajang tarung tidak lagi bergantung pada latar belakang etnis atau promosi berbasis wilayah. Menurut White, pendekatan tradisional dalam dunia promosi pertarungan mulai bergeser.

"Secara tradisional, dalam tinju, ketika saya terlibat dalam tinju sebelum UFC, Anda harus bertarung di Las Vegas atau Atlantic City," kata Dana White.

Pergeseran minat penonton ini membuat kriteria pemilihan lokasi pertandingan tidak lagi terikat pada keharusan menampilkan petarung lokal untuk menarik perhatian publik setempat.

"Jika Anda bertarung di New York, Anda sebaiknya memiliki petarung Puerto Rico," kata White.

Kebiasaan laga di kawasan wilayah tertentu sebelumnya selalu mengandalkan komoditas petarung yang berasal dari etnis mayoritas penonton di kota penyelenggara.

"Jika Anda bertarung di LA, Anda sebaiknya memiliki petarung Meksiko," kata White.

Meski tidak menghadirkan petarung berstatus tuan rumah dari Amerika Serikat di partai utama, tiket laga di Philadelphia tersebut tetap habis terjual dan mencetak rekor baru pencapaian penonton.

"Beberapa minggu yang lalu, seorang Muslim Rusia bertarung melawan seorang anak muda Irlandia di Philly," kata White.

Pencapaian angka penjualan tiket serta antusiasme penggemar pada gelaran ini memperlihatkan fokus utama publik yang kini lebih tertuju pada kualitas bentrokan di dalam arena.

"Tiketnya terjual habis dan memecahkan rekor," kata White.

Perubahan dinamika pasar tarung menunjukkan bahwa kemasan duel yang kompetitif menjadi prioritas utama penikmat olahraga bela diri saat ini.

"Pada akhirnya, yang penting adalah pertarungan yang diselenggarakan," kata White.

Keberhasilan skema ini terus diperluas UFC setelah sebelumnya sukses menggelar ajang tarung di Gedung Putih. Langkah strategis tersebut kini mulai diterapkan Dana White ke dalam industri tinju melalui promotor Zuffa Boxing, yang baru saja menyelenggarakan duel Ryan Garcia melawan Conor Benn di T-Mobile Arena, Nevada.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed