Danantara dan BP BUMN Pangkas 92 Anak Perusahaan Tiga BUMN

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengelola BUMN dan BPI Danantara mengonsolidasikan 92 anak perusahaan dari tiga Badan Usaha Milik Negara pada Kamis (21/5/2026) demi memperkuat fokus bisnis inti dan menciptakan struktur korporasi yang efisien.

Langkah perampingan ini melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk setelah sebelumnya menata 180 perusahaan di bawah payung BUMN melalui berbagai skema transformasi.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa penataan tersebut meliputi konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran perusahaan.

"Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat," ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia.

Rapat bersama PT Danantara Asset Management juga telah digelar oleh pihak manajemen guna membahas evaluasi serta akselerasi streamlining struktur perusahaan yang dinilai masih tumpang tindih agar dapat bergerak lebih lincah.

"Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema. Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujar Dony Oskaria dalam keterangan resminya.

Melalui kebijakan ini, Pelindo Grup akan memangkas entitas usahanya dari 41 perusahaan menjadi 24 entitas pada tahun 2026 melalui 17 aksi korporasi strategis seperti merger, divestasi, dan likuidasi.

Sementara itu, PTPN memotong jumlah anak usahanya dari 65 perusahaan menjadi hanya 18 perusahaan, sedangkan SIG memangkas dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama sejak kuartal II-2026.

Di sisi lain, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga mendapat desakan dari Danantara untuk menutup 10 anak usahanya dari total 67 perusahaan yang ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.

"Akhir Juni [Telkom] dminta menutup 10 anak usaha dari posisi saat ini 67 perusahaan," jelas Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Kriteria pemangkasan anak usaha Telkom menyasar perusahaan dengan kinerja negatif selama dua tahun berturut-turut serta memiliki lini bisnis yang saling beririsan.

Langkah penataan portofolio ini digulirkan lewat kerangka Transformasi TLKM 30 untuk mengoptimalkan sektor B2B infra, B2B ICT, dan layanan internasional melalui Telin.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed