Danantara Suntik Dana Rp 456 Miliar untuk Selesaikan Proyek Apartemen LRT City
Danantara berencana menyuntikkan dana sebesar Rp 456 miliar untuk menyelesaikan proyek apartemen LRT City yang mandek dengan 2.400 unit, sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah pembangunan ini, Kamis (27/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Proyek ini merupakan bagian dari anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Suntikan dana ini dianggap penting untuk menyelesaikan perizinan, pembangunan, hingga pengelolaan apartemen agar dapat beroperasi dengan baik.
Steve Sudijanto, Direktur PT Global Asset Management dan pengamat properti, mempertanyakan apakah dana itu cukup untuk menyelesaikan seluruh proses, termasuk uji coba dan pengoperasian selama 12 bulan sebelum pembentukan asosiasi penghuni.
"Cukup nggak duitnya? Kalau nggak cukup ya coba dihitung lagi karena harus sampai menyelesaikan testing and commissioning, terus mengoperasikan selama 12 bulan dulu sebelum PPRS atau asosiasi penghuninya dibentuk, kan itu butuh dana," ujar Steve.
Steve juga mengingatkan agar dana tersebut tidak kurang karena hal itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan penghuni dan menurunkan kualitas bangunan, seperti lift tidak berfungsi, penerangan tidak penuh, fasilitas terganggu, hingga masalah keamanan.
"Kalau kita mau menyelesaikan masalah itu jangan nanggung. Mendingan nggak usah daripada nanti berhenti lagi, daripada nggak sempurna penyelesaiannya," tambahnya.
Steve menilai proyek ini layak mendapat bantuan pemerintah karena konsep hunian yang mengedepankan transit oriented development (TOD) sangat prospektif untuk masa depan, terutama bagi masyarakat yang beralih ke hunian di kota satelit dan menggunakan transportasi massal.
"Transit oriented development itu adalah the future type of living karena dulu kalau kita melihat statistiknya, orang membeli rumah di kota terus (sekarang) membeli rumah di pinggiran kota satelit," jelas Steve.
Menurut Steve, Danantara sebagai pihak pengembang dan badan investasi pemerintah harus mengambil peran untuk menyelamatkan proyek ini.
"Menurut saya ini memang salah satu proyek yang memang harus di-rescue, yang harus dilanjutkan oleh Danantara sebagai 'Bapaknya' (pengembang), sebagai government body investment-nya," ujar Steve.
Pengamat properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengingatkan agar dana bantuan tersebut diawasi ketat untuk menghindari kesalahan tata kelola dan penyelewengan.
"Jangan sampai terjadi kesalahan tata kelola lagi seperti saat ini. Pengawasan harus juga melibatkan Danantara dan pihak yang berkompeten sehingga dapat berjalan lancar," kata Ali.
Ali menilai kecukupan dana sangat bergantung pada progres proyek saat ini sehingga perlu dilakukan audit konstruksi untuk menentukan kebutuhan pendanaan yang akurat. Jika dana dicairkan bertahap sesuai perkembangan, proyek bisa diselesaikan.
Selain itu, Ali juga menekankan perlunya audit pasar mendalam untuk menyesuaikan konsep, luas, dan harga apartemen sesuai kebutuhan pasar.
"Dalam kondisi ini menurut saya harus dibantu (pemerintah) karena meskipun ada miss management sebelumnya, namun pasarnya juga besar sehingga akan terserap dengan baik. Namun, perlu diaudit studi mendalam supaya nanti lebih tepat harga dan tepat sasaran," jelas Ali.
Ali menambahkan bahwa proyek ini penting karena lokasi yang terintegrasi dengan TOD sangat dibutuhkan para komuter untuk efisiensi jarak dan waktu menuju tempat kerja.
"Tidak banyak proyek apartemen yang terintegrasi dengan TOD yang sangat dibutuhkan terkait efisiensi dan efektifitas jarak dan waktu tempat penghuni ke tempat kerja," ujar Ali.
COO BPI Danantara, Dony Oskaria, berjanji akan menyelesaikan polemik proyek LRT City tanpa merugikan pihak manapun.
"Yakinlah sama saya, pasti itu akan saya bereskan tadi. Saya sudah ketemu dengan mereka, kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian (unit) saudara-saudara kita yang sudah bayar, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar. Itu akan kita lakukan," ucap Dony di Tangerang, Banten.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow