Bulgaria Menjuarai Eurovision 2026 Lewat Penampilan Penyanyi Dara

Smallest Font
Largest Font

Penyanyi pop asal Bulgaria, Dara, berhasil memenangkan Kontes Lagu Eurovision 2026 setelah memuncaki pemungutan suara publik dan juri dalam babak final di Wina, Austria.

Kemenangan pertama dalam sejarah Bulgaria ini diraih lewat lagu bergenre pesta "Bangaranga" yang mengumpulkan total 516 poin, terdiri dari 204 poin juri dan 312 poin publik. Hasil tersebut membuat Dara unggul jauh dari perwakilan Israel yang menempati peringkat kedua dengan 343 poin, disusul Rumania di posisi ketiga dengan 296 poin.

Sebaliknya, Inggris Raya yang diwakili oleh Sam Battle dengan nama panggung Look Mum No Computer justru terpuruk di posisi terakhir setelah hanya mendapatkan satu poin.

"Marmite - you either love it or hate it" ramal Sam Battle mengenai kegagalan lagunya yang digerakkan oleh synthesizer sebelum penampilan final berlangsung.

Kendati mendapatkan hasil buruk, musisi yang terkenal lewat kanal YouTube pembuatan alat elektronik unik ini tetap berusaha mengambil sisi positif dari situasinya.

"I always say to expect nothing," tutur Sam Battle saat diwawancarai Radio Times.

Ia menganggap bahwa dengan tidak mengharapkan apa pun, dirinya tidak akan merasa kehilangan apa pun saat kalah.

"because if you expect nothing, you lose nothing" tambah Sam Battle.

Sebelum malam final dimulai, ia juga sempat menyatakan bahwa berkompetisi di ajang ini merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan.

"It would be nice to win, of course. I won't be horrified if I don't win. There are a lot of very good acts that we're playing with. I'm going for the experience, and regardless of the outcome, I'm going to try my hardest, be myself and have a lot of fun." kata Sam Battle.

Kegagalan perwakilan Inggris Raya ini menjadi penempatan posisi terakhir yang ketiga kalinya bagi negara tersebut sejak tahun 2020.

"He gave it his all," komentar Graham Norton saat hasil pemungutan suara diumumkan di stasiun televisi BBC One.

Norton menilai lagu dari Look Mum No Computer tersebut tidak berhasil memikat hati para penonton di seluruh kawasan Eropa.

"It just clearly didn't shine with the audiences across Europe." lanjut Graham Norton.

Berbeda dengan perwakilan Inggris Raya, Dara merupakan bintang pop besar di Bulgaria yang telah mengumpulkan 80 juta putaran digital dan menjadi juri di ajang The Voice of Bulgaria sejak 2021.

Judul lagu "Bangaranga" diambil dari bahasa patois Jamaika yang berarti kegemparan, dengan lirik yang merefleksikan perjuangan Dara melawan gangguan kecemasan serta ADHD.

"Bangaranga is something that everyone's got in themselves," jelas Dara saat memaparkan makna di balik karya lagunya.

Menurut Dara, lagu tersebut menggambarkan sebuah momen ketika seseorang memilih untuk melangkah dengan cinta, bukan dengan rasa takut.

"It's the moment you choose to lead with love, not fear." sambung Dara.

Koreografi Dara dalam penampilannya mengadaptasi tradisi kuno Bulgaria bernama Kukeri, yakni ritual penari bermasker yang mengusir roh jahat.

"I want to thank everybody who felt the Bankaranga and felt connected to the force." ujar Dara saat berbicara di belakang panggung setelah mengangkat trofi mikrofon kristal.

Pihak Televisi Nasional Bulgaria langsung mengonfirmasi bahwa Sofia, ibu kota Bulgaria, akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Eurovision untuk tahun depan.

Ajang tahun ini diwarnai aksi boikot dari lima negara termasuk Spanyol, Islandia, dan Irlandia sebagai bentuk protes terhadap partisipasi perwakilan Israel, Noam Bettan, di tengah situasi perang Gaza.

Meskipun Bettan sempat menerima sorakan kecaman anti-Israel pada babak semifinal, penampilannya membawakan lagu cinta Mediterania berjudul "Michelle" di babak final berjalan tanpa ada gangguan.

Sementara itu, kendala teknis sempat menimpa perwakilan Ceko, Daniel Žižka, yang performanya terganggu akibat masalah visual kamera.

"That did not happen at any of the rehearsals, the distorted picture," ucap Graham Norton yang menduga kameramen terjatuh saat menyiarkan acara.

Norton menyayangkan gangguan visual tersebut karena tidak pernah terjadi selama sesi latihan.

"I think the camera[man] fell, I'm not quite sure." tambah Graham Norton.

Pihak penyelenggara menolak permintaan Žižka untuk mengulang penampilannya karena menilai masalah kamera kecil tersebut tidak memengaruhi vokal dan audio sang penyanyi.

Hasil akhir kompetisi juga mengejutkan para pengamat setelah duo Finlandia, Pete Parkkonen dan Linda Lampenius, yang difavoritkan oleh bursa taruhan justru terlempar ke peringkat keenam.

Penyanyi Australia Delta Goodrem yang membawakan lagu balada bertenaga di atas platform panggung juga harus puas menempati posisi keempat karena lagunya dinilai terlalu usang.

Kontes Eurovision 2026 ini diselenggarakan di Wina setelah perwakilan Swiss bernama JJ memenangkan kompetisi tahun lalu di Basel.

Gelaran final dibuka dengan penampilan dari perwakilan Denmark, Søren Torpegaard Lund, disusul Sarah Engels dari Jerman, Jonas Lovv dari Norwegia, Felicia dari Swedia, serta vokalis band rock Lavina dari Serbia.

Perwakilan Rumania, Alexandra Căpitănescu, sempat memicu kontroversi karena lirik lagunya yang berjudul "Choke Me" dikritik oleh para aktivis atas dugaan glamorisasi kekerasan seksual, sebelum akhirnya ia berhasil mengamankan peringkat ketiga.

Peringkat lima besar ditutup oleh penyanyi Italia, Sal Da Vinci, yang membawakan lagu disko romantis bernuansa tahun 1970-an untuk istrinya.

Daftar Peringkat Lima Besar Eurovision 2026
PeringkatNegaraArtisLaguTotal Poin
1BulgariaDaraBangaranga516
2IsraelNoam BettanMichelle343
3RumaniaAlexandra CăpitănescuChoke Me296
4AustraliaDelta GoodremEclipse287
5ItaliaSal Da VinciPer Sempre281

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed