Davide Tardozzi Sebut Francesco Bagnaia Jadi Ancaman Ducati pada MotoGP Musim Depan
Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menganggap Francesco Bagnaia sebagai ancaman bagi timnya pada MotoGP musim depan setelah sang pembalap resmi bergabung dengan Aprilia.
Keputusan Francesco Bagnaia meninggalkan Ducati diambil setelah delapan musim bersama sejak 2019. Kepindahan ini dipicu langkah Ducati mempertahankan Marc Marquez dan mendatangkan Pedro Acosta untuk musim mendatang.
Detail Kontrak Baru Francesco Bagnaia
Menjelang MotoGP Belanda 2026, Aprilia mengumumkan perekrutan Pecco Bagnaia untuk musim depan. Kerja sama antara pembalap asal Italia tersebut dengan Aprilia akan berjalan selama 4 tahun.
Berikut adalah rincian statistik dan pencapaian yang telah ditorehkan Francesco Bagnaia selama membela Ducati:
| Kategori Pencapaian | Jumlah / Durasi |
|---|---|
| Durasi Bersama Ducati | 8 Musim (Sejak 2019) |
| Gelar Juara Dunia MotoGP | 2 Kali |
| Runner Up Juara Dunia | 2 Kali |
| Total Kemenangan Balapan | 31 Balapan |
| Total Podium | 63 Podium |
Hubungan Personal dan Profesional di Masa Depan
Menurut Davide Tardozzi, Bagnaia akan tetap menjadi teman baik. Hanya saja, dirinya tidak membantah bahwa hubungan profesional mereka akan terasa berbeda pada musim depan ketika berada di lintasan.
"Akan lucu karena hubungan pribadi yang kami bangun dengan Pecco selama delapan tahun itu, akan lucu tahun depan jika dia menjadi lawan," ujar Tardozzi kepada MotoGP dikutip dari Crash, Rabu (01/07/2026).
"Tapi, ya, kami menunggu untuk melihat dia setelah tes musim dingin pertama," ucap Tardozzi menambahkan, Rabu (01/07/2026).
Bagnaia merupakan pembalap paling sukses di Ducati. Atas dasar rekam jejak tersebut, Tardozzi memprediksi Bagnaia akan menjadi kompetitor yang menyulitkan bagi Ducati pada MotoGP 2027.
"Kami tahu bahwa Pecco akan menjadi semacam, 'masalah' bagi kami karena kami tahu bahwa dia adalah pembalap yang sangat, sangat cepat," tutur Tardozzi, Rabu (01/07/2026).
Apresiasi Ducati untuk Francesco Bagnaia
Dalam kesempatan tersebut, Tardozzi memberikan apresiasi tinggi kepada Bagnaia atas kerja kerasnya. Di mata Tardozzi, Bagnaia adalah salah satu pembalap terbaik yang pernah dimiliki oleh Ducati.
"Tetapi pada akhirnya, kami akan selalu, selalu mengingatnya di hati kami karena bukan hanya hasil yang ia bawa kepada kami, juara dunia dua kali, 31 balapan yang dimenangkan bersama kami, 63 podium, sesuatu yang luar biasa, pebalap paling banyak menang di Ducati," ujar Tardozzi, Rabu (01/07/2026).
"Jadi, Pecco adalah seorang teman. Dia bukan hanya pembalap yang baik untuk Ducati atau pria berbakat untuk Ducati. Dia adalah teman yang sangat baik, dan akan seperti ini di masa depan," kata Tardozzi, Rabu (01/07/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow