Davide Tardozzi Kritik Mental Francesco Bagnaia Usai Gagal di Aragon

Smallest Font
Largest Font

Manajer tim Ducati Davide Tardozzi melemparkan kritik tajam terhadap mentalitas Francesco Bagnaia yang dinilai menjadi penghambat performanya saat berlaga di lintasan. Penilaian tersebut mengemuka usai Bagnaia gagal mengemas poin pada balapan utama MotoGP Aragon, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Masalah pendekatan psikologis dinilai membuat Bagnaia tidak mencerminkan statusnya sebagai juara dunia. Kendati kecepatan sang pembalap tidak diragukan, sikap dalam menyikapi kendala di lapangan justru membatasi potensi maksimalnya.

"Menurut saya ini masalah psikologis. Pendekatannya kadang membatasi performanya sendiri. Kami tidak meragukan kecepatannya, tapi sekarang dia perlu mengatasi garis tipis antara percaya diri dan menutup mata terhadap tantangan yang ada," kata Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi.

Hasil buruk menimpa Bagnaia yang sempat berjuang di urutan ketujuh sebelum terjatuh pada lap keenam dari total 23 lap. Target awal tim agar Bagnaia finis di lima besar pun gagal terwujud meski penyesuaian telah dilakukan sebelum balapan.

"Kami berharap Bagnaia setidaknya bisa finis di lima besar di sini, tapi itu tidak terjadi. Kami sudah mencoba sesuatu di sesi warm-up yang ternyata tidak berhasil. Dia kurang percaya diri, dia tidak tampil ngotot, dan kami belum bisa menemukan cara untuk mengatasi masalah ini," kata Davide Tardozzi.

Kekecewaan tim Ducati berbanding terbalik dengan hasil yang diraih Marc Marquez yang sukses mengunci kemenangan ganda di sprint race dan balapan utama. Podium MotoGP Aragon dilengkapi oleh Pedro Acosta di posisi kedua dan Marco Bezzecchi di urutan ketiga.

"Kita menyaksikan seorang juara yang sudah merencanakan dengan sempurna bagaimana caranya memenangkan balapan. Sungguh luar biasa bagaimana dia mengelola race ini," kata Davide Tardozzi.

Strategi pembalap asal Spanyol tersebut dinilai sangat matang dalam menjaga kondisi ban sepanjang balapan berlangsung.

"Dia sengaja tertinggal tujuh persepuluh detik di belakang Bezzecchi untuk menghindari suhu ban depan yang terlalu panas, lalu pada momen yang tepat, dia menyerang dan langsung melesat menjauh. Ini adalah strategi balapan kelas juara," kata Davide Tardozzi.

Bagnaia dipastikan bakal pindah ke tim pabrikan Aprilia pada musim depan. Sementara itu, kursi kosong di Ducati akan diisi oleh Pedro Acosta.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed