Delapan Negara Muslim Kutuk Penolakan Israel Atas Rencana Damai Gaza

Smallest Font
Largest Font

Indonesia bersama tujuh negara Muslim resmi mengutuk sikap Israel yang menolak peta jalan perdamaian Gaza usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sementara delegasi Hamas menggelar serangkaian pertemuan dengan pejabat AS dan Mesir di El-Alamein pada Minggu (16/8/2026). Sikap bersama tersebut disampaikan oleh para menteri luar negeri dari Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Pakistan, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor berita AFP. Para diplomat tinggi tersebut menegaskan bahwa penolakan Israel terhadap Peta Jalan dan pembentukan negara Palestina berpotensi merusak seluruh upaya mediasi yang sedang berjalan untuk mencapai perdamaian adil dan abadi di kawasan tersebut.

Peta jalan 15 poin usulan Trump mensyaratkan penghentian segera operasi militer, perlucutan senjata Hamas secara bertahap seiring penarikan pasukan Israel, serta penyerahan pengelolaan Gaza kepada komite teknis atau pemerintahan sipil Palestina yang baru.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak menjalankan rencana tersebut dan menegaskan pasukan militer Israel tidak akan ditarik dari 60 persen wilayah Gaza yang dikuasai sebelum Hamas melucuti seluruh senjatanya secara penuh. Di sisi lain, utusan khusus AS Jared Kushner bersama Kepala Badan Intelijen Mesir Hassan Rashad dan Menlu Mesir Badr Abdelatty mengadakan pembicaraan khusus dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kota El-Alamein.

Jelasan resmi dari kantor Presiden Mesir menyebutkan bahwa pertemuan tersebut berfokus pada pentingnya penegakan kewajiban seluruh pihak yang bertikai sesuai kesepakatan KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh pada Oktober 2025 demi menjaga stabilitas kawasan. Kushner bersama perwakilan tinggi Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov dan mantan PM Inggris Tony Blair dijadwalkan melanjutkan diplomasi ke Israel dan Mesir untuk mengawal pembentukan kelompok teknokrat Palestina.

Delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya juga telah tiba di Mesir sejak Sabtu malam untuk berunding dengan Kepala Intelijen Mesir Hassan Rashad mengenai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel serta persiapan penyerahan wewenang tata kelola Gaza. Hamas menyatakan kesiapannya menyerahkan senjata kepada komite teknis baru dan mematuhi skema perdamaian segera setelah Israel mengumumkan komitmen serupa untuk menarik pasukannya dari wilayah Gaza.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed