Israel Ancam Tingkatkan Operasi Militer di Gaza Akibat Layang-layang

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Israel mengancam akan meningkatkan operasi pembunuhan terarah serta mengevakuasi warga dari kawasan permukiman di Jalur Gaza pada Ahad (23/8/2026). Langkah tersebut diambil sebagai respons atas munculnya layang-layang dan balon yang terbang dari wilayah Palestina menuju permukiman Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyampaikan ancaman tersebut usai menggelar rapat penilaian keamanan bersama Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir. Pihak Israel menuduh kelompok Hamas berada di balik peluncuran objek-objek tersebut.

Militer Israel mengonfirmasi temuan empat layang-layang di dekat area komunitas Nahal Oz dalam kurun waktu 24 jam pada akhir pekan. Kendati demikian, hasil pemeriksaan militer menunjukkan benda tersebut tidak membawa bahan peledak atau material mencurigakan dan dinyatakan tidak membahayakan masyarakat.

Laporan dari Anadolu menyebutkan layang-layang itu umumnya diterbangkan oleh anak-anak di kamp pengungsian Gaza sebagai sarana hiburan di tengah situasi perang. Benda tersebut melintas ke wilayah Israel akibat tertiup angin ketika tali kendalinya terputus.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan telah memerintahkan militer untuk bertindak tegas terhadap setiap objek yang melintas dari Gaza.

"Balon itu sama seperti layang-layang, dan layang-layang sama seperti drone, baik membawa peledak atau tidak," kata Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Katz menambahkan bahwa penindakan akan mencakup para pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peluncuran objek tersebut, serta pengosongan area permukiman yang ditengarai menjadi lokasi pelepasan.

Menanggapi pernyataan tersebut, kelompok Hamas menilai ancaman pemerintah Israel hanya dijadikan alasan buatan untuk memperluas agresi militer di wilayah Gaza.

"Ancaman ini, yang didasarkan pada dalih-dalih palsu, merupakan upaya membenarkan berlanjutnya agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, hingga mengancam anak-anak di Jalur Gaza," kata Hazem Qassem, Juru Bicara Hamas.

Hazem Qassem mendesak pemerintah Amerika Serikat, para mediator, dan Dewan Perdamaian untuk menekan Israel agar menghentikan tindakan yang dapat merusak kesepakatan gencatan senjata. Analis politik Palestina Iyad al-Qarra menilai isu ini sengaja dimanfaatkan oleh pihak Israel demi kepentingan politik domestik dan pengalihan perhatian publik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed