Destry Damayanti Ditetapkan Gubernur BI, Rupiah Diprediksi Tetap Lemah
Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 oleh Komisi XI DPR pada 27 Agustus 2026. Penetapan ini mengikuti uji kelayakan dan kepatutan serta akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR pada 1 September 2026. Destry menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026 dan menjadi perempuan pertama yang menjabat secara definitif sebagai Gubernur BI.
Ekonom senior Didik J Rachbini memperkirakan kepemimpinan baru BI tidak akan mampu menguatkan nilai tukar rupiah hingga lima tahun mendatang karena faktor struktural ekonomi dan kendala internal maupun eksternal.
"Kepemimpinan BI sekarang akan mengubah posisi rupiah menjadi lebih stabil dan lebih kuat dari sebelumnya? Jawabnya sulit dan bahkan hampir tidak bisa. Sampai 5 tahun mendatang rupiah tetap tidak akan menguat, akan tetap lemah dan bahkan terus melemah," ujar Didik. Didik menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki pasar domestik besar dan ekonomi skala besar, rupiah tidak pernah menguat karena struktur ekonomi yang lemah terutama di sektor luar negeri.
"Namun dengan skala ekonomi besar tersebut, mata uangnya tidak pernah bisa menguat karena begitulah struktur ekonomi Indonesia terbentuk, lemah dalam sektor luar negerinya," kata Didik. Menurut Didik, BI hanya dapat mengelola nilai tukar melalui kebijakan moneter seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga, namun kebijakan ini memiliki keterbatasan akibat biaya transaksi tinggi dan kompleksitas hukum serta sosial politik.
"Kebijakan konservatif yang sederhana hanya dengan instrumen suku bunga tidak akan menjadikan nilai tukar lebih kuat," ujarnya. Didik menilai rendahnya kepercayaan hukum, korupsi, dan lemahnya daya saing sektor luar negeri menjadi hambatan utama penguatan rupiah. Dia menambahkan bahwa rupiah sangat rentan melemah bahkan tanpa adanya krisis karena ketidakseimbangan arus devisa yang lebih kecil dibanding permintaan dolar AS.
"Arus masuk devisa tersebut lebih kecil daripada permintaan akan dolar sehingga nilai tukar terus tertekan," jelas Didik.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyambut baik penetapan Destry Damayanti dan pejabat BI lainnya untuk periode 2026-2031. "Saya senang Bu Destry, Bu Aida terpilih. Bu Destry sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bu Aida sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Saya juga Pak Solihin, saya ucapkan selamat," kata Friderica. Friderica berharap koordinasi antar lembaga keuangan akan semakin baik terutama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
"Selama ini kan dengan Bu Destry, Bu Aida sudah sangat baik ya komunikasinya, dan sekarang Bu Destry yang menjadi Deputi Gubernur, saya Ketua OJK, banyak sekali yang bisa disinergi dan kolaborasikan," imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow