Dewi Perssik Rutin Bagikan Makanan Setiap Hari Jumat

Smallest Font
Largest Font

Penyanyi dangdut Dewi Perssik mengungkapkan alasannya rutin membagikan makanan setiap hari Jumat di Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026), sebagai bentuk pemenuhan janji kepada almarhum ayahnya, Mochammad Aidil, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Aksi sosial tersebut bersumber dari kebiasaan sang ayah yang konsisten membaca Surat Yasin setiap malam Jumat, sebuah tradisi keluarga yang diteruskan oleh Dewi setelah sang ayah meninggal dunia pada tahun 2019.

"Ya kebetulan ada rezeki aja, gitu karena memang saya pernah berjanji ketika Papi saya meninggal dunia tahun 2019," kata Dewi Perssik.

Ia meyakini bahwa tradisi mengaji dan bersedekah pada hari Jumat memiliki nilai spiritual yang sangat mendalam untuk menghormati leluhur yang telah wafat.

"Papi saya itu kan ibaratnya, kalau kepercayaan saya itu, setiap malam Jumat itu kan ngaji-ngaji Yasin. Orang tua-orang tua, atau kakek-kakek kita, atau sesepuh-sesepuh kita yang sudah meninggal dunia itu pasti pulang ke rumah kita," ujar Dewi Perssik.

Rutinitas membaca Al-Qur'an tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi membagikan makanan kepada sesama pada keesokan harinya.

"Nah, ketika anak cucunya itu gak ngaji Yasin, gak apa, mereka itu pulang ibaratnya gak bawa makanan, gitu. Jadi makanan-makanan itu kan selain malam Jumat itu saya ada ngaji, walaupun gak banyak, cukup jantungnya Al-Qur'an aja, Yasin," ungkap Dewi Perssik.

Nazar yang diucapkannya saat sang ayah berpulang menjadi dorongan utama untuk tidak pernah melewatkan ajaran kebaikan tersebut.

"Habis itu besoknya biasanya saya bagi-bagi makanan. Itu yang orang tua saya terapkan ke saya, Papi saya. Jadi ketika Papi saya itu meninggal, saya nazar, nanti kalau misalkan Papi sudah meninggal, saya nggak akan pernah lupa apa yang diajarkan almarhum Papi saya untuk saya," beber Dewi Perssik.

Seluruh makanan yang dibagikan selalu diniatkan khusus untuk almarhum ayahnya melalui selipan doa serta pembacaan surat Al-Fatihah.

Mengenai waktu pelaksanaan, Dewi menilai bahwa amalan bersedekah pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat jam tertentu.

"Sedekah subuh itu boleh-boleh saja. Mau subuh, hari Jumat ya, mau subuh, mau jam segini, atau mau malam juga. Kalau malam kan ibaratnya udah beda. Sebelum turun dari masjid, salat Jumat, nah itu boleh-boleh aja," jelas Dewi Perssik.

Selain memanjatkan doa untuk mendiang ayahnya, Dewi juga memanjatkan harapan agar putranya, Gabriel, senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan.

"Kalau anak itu udah pasti. Karena kekuatan Gabriel, kekuatan anak saya itu kan dari doa mamanya. Jadi saya selalu mendoakan anak saya dikasih kesehatan oleh Allah, bisa menjalankan semua aktivitasnya dengan baik," kata Dewi Perssik.

Sementara untuk kehidupan pribadinya, ia memilih memohon keselamatan dunia dan akhirat tanpa meminta hal yang berlebihan.

"Selebihnya kalau untuk saya, ya mungkin keselamatan saya dunia akhirat. Jadi nggak ada saya muluk-muluk minta ini, minta itu. Allah itu pasti tahu yang terbaik," ungkap Dewi Perssik.

Sikap kepasrahan tersebut membuatnya memilih untuk menjalani kehidupan secara mengalir serta tidak memaksakan kehendak.

"Kadang kan ada yang mengatakan bahwa harus spesifik mintanya kepada Allah, dengan mengutarakan itu mungkin akan lebih legawa, tapi kalau aku orangnya gak spesifik gitu. Jadi saya cukup... saya gak mau mengatur Allah gitu," kata Dewi Perssik.

Ia pun menyerahkan seluruh garis kehidupannya kepada Sang Pencipta sambil terus berbagi sesuai dengan kemampuan rezeki yang dimilikinya.

"Allah tahu yang terbaik, jalan hidup saya tuh harus seperti apa. Jadi aku jalan hidup ini ya sesantai itu. Ada rezeki ya dibagi-bagikan, gak ada rezeki aku ya diam aja, tunggu deh nanti," pungkas Dewi Perssik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed