Kolesterol LDL Hanya 100-120, Dokter Ini Tetap Berisiko Tinggi Kena Serangan Jantung

Smallest Font
Largest Font

Banyak orang menganggap risiko penyakit jantung koroner hanya mengintai mereka yang memiliki kadar kolesterol sangat tinggi. Namun, pengalaman dr. Andik Wijaya menunjukkan bahwa kenyataannya tidak selalu demikian.

Dokter dari YADA Institute itu mengaku terkejut saat mengetahui dirinya memiliki risiko tinggi penyakit jantung koroner. Padahal, kadar kolesterol jahat atau LDL yang dimilikinya selama ini tidak pernah berada di level ekstrem.

Temuan tersebut ia dapatkan setelah menjalani pemeriksaan coronary artery calcium score pada April 2024. Hasil skrining justru menunjukkan skor kalsium koroner mencapai 431, yang menandakan risiko tinggi serangan jantung dan stroke.

"Saya pikir selama ini saya cukup menjaga kesehatan," kata dr. Andik saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (12/6/2026).

Menurut Andik, hasil pemeriksaan itu menjadi pengingat bahwa penyakit jantung koroner tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja.

Kadar LDL dan Hasil Skor Kalsium Koroner

Andik mengatakan, kadar LDL yang ia miliki selama bertahun-tahun umumnya berada di kisaran 100 hingga 120 mg/dL. Angka tersebut memang berada di atas batas ideal, tetapi bukan kategori sangat tinggi.

"LDL saya rata-rata sekitar 100 sampai 120 yang kalau kita periksa di standar laboratorium memang tinggi, tapi bukan yang sangat tinggi," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Karena itulah, ia merasa cukup percaya diri sebelum menjalani pemeriksaan jantung. Ia tidak menyangka hasilnya menunjukkan tanda risiko tinggi.

"Makanya saya sangat percaya diri waktu mau screening. Saya pikir tidak akan ada masalah yang serius," kata Andik, Jumat (12/6/2026).

Berikut adalah perbandingan kondisi kadar kolesterol LDL milik dr. Andik Wijaya dengan hasil pemeriksaan skor kalsium koroner yang ditemukannya.

Parameter Pemeriksaan Kadar / Skor dr. Andik Kategori Medis Umum
Kolesterol LDL 100 - 120 mg/dL Di atas ideal / Bukan sangat tinggi
Coronary Artery Calcium Score 431 Risiko tinggi serangan jantung & stroke

Perbedaan Target Kesehatan Jantung

Setelah mempelajari berbagai penelitian tentang penyakit jantung koroner, Andik menemukan bahwa target LDL untuk kesehatan jantung ternyata bisa berbeda dengan batas yang umum terlihat pada hasil laboratorium.

Menurut dia, banyak laboratorium menggunakan angka 100 mg/dL sebagai batas atas normal LDL. Namun, risiko penyakit jantung koroner dapat ditekan lebih baik ketika LDL berada di bawah 70 mg/dL.

"Nah, kalau ini kemudian ditambah ada inflamasi atau peradangan, ya sudah bisa masuk ke pembuluh darah," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Andik menjelaskan bahwa penumpukan plak pada pembuluh darah tidak hanya dipengaruhi oleh kolesterol, tetapi juga proses peradangan yang berlangsung dalam tubuh.

Faktor Risiko Medis Lain yang Berpengaruh

Selain kadar kolesterol, Andik menilai ada faktor-faktor lain yang juga berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Salah satunya adalah riwayat kesehatan dari pihak keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu kakaknya meninggal akibat stroke, sementara anggota keluarga lain pernah menjalani pemasangan ring jantung. Karena itu, ia tetap memiliki faktor risiko yang tidak bisa diabaikan.

Menurut Andik, peradangan dalam tubuh juga dapat dipengaruhi banyak hal yang sering kali sulit dikendalikan sepenuhnya oleh manusia.

"Polusi udara, misalnya. Kita tidak merokok, tapi di sebelah kita ada perokok. Itu juga bisa masuk," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Pengalaman tersebut membuat Andik menyadari bahwa merasa sehat tidak selalu berarti terbebas dari risiko penyakit jantung. Ia mengaku tidak memiliki gejala yang mengarah pada gangguan jantung sebelum pemeriksaan.

"Hasil pemeriksaan itu yang membuat saya sadar ada masalah yang harus segera ditangani," kata dr. Andik, Jumat (12/6/2026).

Baginya, pelajaran terbesar dari pengalaman tersebut adalah bahwa penyakit jantung koroner sering berkembang secara diam-diam. Seseorang bisa merasa sehat, tetap beraktivitas seperti biasa, tetapi tanpa disadari sudah memiliki risiko tinggi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed