Tak Disangka, Oatmeal dan 5 Jenis Kacang Ini Bikin Kolesterol Turun Drastis
Seorang dokter dari YADA Institute, Dr. Andik Wijaya, memilih mengubah pola makan secara drastis demi mendukung kesehatan jantung jangka panjang.
Langkah ini diambil setelah ia mengetahui dirinya memiliki risiko tinggi penyakit jantung koroner berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang ia jalani.
Dr. Andik Wijaya beralih ke pola makan berbasis nabati atau plant-based diet setelah mempelajari berbagai penelitian terkait penyakit jantung koroner.
Perubahan tersebut memberikan hasil signifikan pada kadar kolesterol jahat atau LDL dalam tubuhnya yang mengalami penurunan drastis.
"Beberapa bulan kemudian saya cek, kolesterol saya turun sampai berada di kisaran 47 sampai 61," kata dr. Andik saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (12/6/2026).
Sebelumnya, kadar LDL sang dokter berada di kisaran 100 hingga 120 mg/dL, namun kini berhasil menyentuh rentang 47 sampai 61 mg/dL.
Menu Pola Makan Nabati Dr. Andik Wijaya
Pencapaian tersebut berawal dari perubahan sederhana pada menu makanan sehari-hari yang dikonsumsi oleh Dr. Andik Wijaya secara konsisten.
Menu yang paling sering ia konsumsi setiap hari adalah oatmeal yang dipadukan dengan berbagai jenis kacang-kacangan serta buah seasonal.
"Saya akhirnya komposisikan oatmeal, saya kasih topping kacang-kacangan lima jenis kacang," ujarnya.
"Lalu ditambah topping buah-buahan yang aneka buah tergantung lagi musim buah apa," kata dr. Andik.
Kombinasi tersebut dipilih agar kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi dengan baik meski porsi makanan hewani dikurangi secara signifikan.
| Waktu Makan | Menu Makanan Nabati |
|---|---|
| Pagi & Malam | Oatmeal dengan 5 jenis kacang dan buah musiman |
| Siang | Menu harian didominasi nabati (contoh: pecel) |
| Camilan (Pasca Olahraga) | Kacang-kacangan rebus, kadang ditambah yogurt dan buah |
Lima jenis kacang yang dimaksud untuk campuran oatmeal tersebut meliputi kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedelai, dan kacang tolo.
Pangkas Konsumsi Makanan Hewani hingga 5 Persen
Dr. Andik Wijaya mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar pola makannya sudah bersumber dari bahan-bahan nabati yang melimpah.
Ia memperkirakan konsumsi makanan hewani hanya tersisa sekitar 5 persen saja dari total keseluruhan makanan yang ia konsumsi sehari-hari.
"Jadi konsumsi sekarang ini saya tentu belum bisa 100 persen, tapi makanan saya dari sumber hewani itu sekitar 5 persen saja sekarang," ujarnya.
Untuk makan siang, Dr. Andik Wijaya sebenarnya masih mengonsumsi makanan sehari-hari seperti kebanyakan orang pada umumnya.
Namun, ia tetap berusaha memilih menu yang didominasi oleh bahan nabati demi menjaga asupan nutrisinya.
"Tadi siang saya makan pecel. Tetap nabati kan?" kata dia.
Menurutnya, pola makan berbasis tumbuhan bukan berarti membuat tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan untuk aktivitas harian.
"Protein bisa cukup dari kacang-kacangan," ujarnya.
Camilan Kacang Rebus Setelah Lari Jarak Jauh
Meskipun mengaku tidak terlalu suka mengemil, Dr. Andik Wijaya memiliki menu camilan khusus setelah menjalani latihan lari jarak jauh atau long run.
"Begitu selesai long run, saya ngemil sebelum makan siang. Ngemilnya kacang-kacangan yang direbus," kata Andik.
Camilan sehat tersebut memanfaatkan rebusan campuran kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedelai, serta kacang tolo.
Untuk memberikan variasi rasa yang berbeda, ia kadang-kadang menambahkan yogurt dan potongan buah segar ke dalamnya.
Camilan berbasis nabati ini dinilai efektif membantu memenuhi kebutuhan protein untuk proses pemulihan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik berat.
| Jenis Kacang | Manfaat Utama |
|---|---|
| Kacang Tanah | Sumber protein dan lemak sehat |
| Kacang Merah | Kaya serat dan zat besi |
| Kacang Hijau | Sumber antioksidan dan protein |
| Kedelai | Protein nabati tinggi lengkap |
| Kacang Tolo | Kaya serat dan mineral tubuh |
Bagi Dr. Andik Wijaya, tujuan utama dari perubahan pola makan ini bukan sekadar untuk menurunkan angka kolesterol semata.
Ia ingin mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang dengan memilih menu yang sederhana dan mudah diterapkan.
"Makanan dari sumber nabati itu melimpah. Produk lokal banyak yang murah," ujarnya.
Pengalaman pribadi ini diharapkan bisa membuat masyarakat sadar bahwa pilihan makanan sehari-hari sangat penting dalam menjaga kesehatan jantung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow