Dokter Operasi Pria Iran Usai Suntik Lem Super ke Penis
Niat mengobati gangguan inkontinensia urine atau beser secara mandiri justru membawa seorang pria berusia 41 tahun di Iran ke meja operasi. Kasus medis tak biasa ini sempat dipublikasikan dalam Caspian Journal of Internal Medicine pada 2020, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Peristiwa yang terjadi pada 2019 tersebut bermula ketika pasien mengeluhkan nyeri hebat di area atas tulang kemaluan. Ia juga mengalami hambatan buang air kecil selama sepekan hingga kandung kemihnya tidak dapat mengosongkan cairan secara sempurna.
Sekitar satu bulan sebelum mendatangi fasilitas medis, pria tersebut mengalami kendala beser. Tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis, ia mengambil tindakan berbahaya dengan menyuntikkan lem super langsung ke dalam uretra selama dua minggu.
Tindakan nekat itu sempat menahan keluarnya urine untuk sementara waktu. Namun pada hari keempat, volume urine yang keluar semakin berkurang dan berubah menjadi rasa sakit yang amat sangat.
Hasil pemeriksaan tim medis menemukan serpihan lem super yang rapuh pada bagian lubang uretra. Tim dokter juga mendeteksi adanya gumpalan benda asing padat yang menyumbat bagian dalam saluran kencing pasien.
Pemeriksaan kondisi dalam uretra menggunakan instrumen sistoskopi tidak dapat dilakukan karena pekatnya sumbatan perekat tersebut. Tim bedah akhirnya memutuskan untuk segera menggelar prosedur operasi darurat demi menyelamatkan pasien.
Ahli bedah membuat insisi kecil sepanjang 2 cm pada bagian kepala penis atau glans. Untuk melunakkan gumpalan perekat yang mengeras di dinding uretra, tim medis membilas saluran tersebut menggunakan 3 liter larutan saline selama 15 menit.
Proses ekstraksi tersebut berhasil mengeluarkan gumpalan lem padat berbentuk batang dengan panjang mencapai hampir 10 sentimeter dari dalam uretra pasien.
Fungsi sistem perkemihan pasien berhasil pulih secara normal setelah tindakan evakuasi gumpalan lem tersebut. Pasien diizinkan pulang usai menjalani perawatan selama lima hari dengan bantuan kateter sementara serta terapi antibiotik untuk mencegah infeksi.
Dalam laporan ilmiah tersebut, tim dokter tidak berhasil mengidentifikasi penyebab utama yang memicu timbulnya gejala beser awal pada pasien.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow