Donald Trump Mengecam Iran Atas Kebocoran Rincian Kesepakatan di Washington D.C.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam keras pemerintah Iran setelah rincian draf kesepakatan antara kedua negara bocor ke publik. Kebocoran ini memicu ketegangan baru di Washington.
Donald Trump menuduh Teheran bertindak tidak terhormat karena menyebarkan deskripsi yang tidak akurat mengenai proposal tersebut kepada media. Padahal, sehari sebelumnya ia menyatakan kesepakatan sudah hampir rampung.
"Rincian yang dibocorkan Iran ke media berita palsu tidak ada hubungannya dengan rincian yang telah disepakati secara tertulis," tulis Donald Trump di Truth Social dilansir CNN, Jumat (12/06/2026).
Klaim Sepihak Media Pemerintah Iran
Media pemerintah Iran sebelumnya menyiarkan poin-poin kesepakatan, termasuk klausul bahwa Teheran tidak akan menyerahkan pengelolaan Selat Hormuz serta tuntutan pencairan dana sebesar $24 miliar milik Iran yang dibekukan.
Sebagai respons, Donald Trump menegaskan bahwa aksi penargetan kapal komersial yang terus dilakukan oleh armada militer Iran di jalur laut strategis tersebut sama sekali tidak dapat ditoleransi.
"Apa yang mereka katakan, termasuk pernyataan mereka yang lemah dan menyedihkan tentang adanya kesepakatan, tidak ada hubungannya dengan kebenaran," lanjut Donald Trump, Jumat (12/06/2026).
"Orang-orang yang sangat tidak terhormat untuk diajak berurusan. Dengan mereka, tidak ada yang namanya berurusan dengan itikad baik," kata Donald Trump, Jumat (12/06/2026).
"Mereka sebaiknya segera memperbaiki tindakan mereka, dan secepatnya!" kata Donald Trump, Jumat (12/06/2026).
Negosiasi Alami Kebuntuan
Situasi ini berbanding terbalik dengan pernyataan optimistis yang dilontarkan pihak Gedung Putih sebelumnya mengenai rencana penandatanganan dokumen kerja sama bilateral yang dijadwalkan pada akhir pekan.
| Poin Bocoran Iran | Sikap Resmi Amerika Serikat (AS) |
|---|---|
| Dana $24 miliar dicairkan | Dituding sebagai rincian palsu |
| Kontrol Selat Hormuz tetap di Iran | Penargetan kapal tidak diterima |
| Kesepakatan sudah final | Teheran dinilai tidak beritikad baik |
Pihak Teheran sendiri langsung mengeluarkan bantahan resmi dan menegaskan bahwa belum ada kesepakatan yang difinalisasi karena menganggap tuntutan dari pihak Washington tidak masuk akal.
"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran," kata Donald Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada Kamis (11/06/2026).
Donald Trump sempat menjelaskan bahwa sejumlah dokumen seremonial sedang disiapkan dan Eropa dibidik menjadi tuan rumah lokasi upacara penandatanganan tanpa merinci nama negara secara spesifik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow