DPRD Jabar Desak Pembukaan Akses Tol KM 151 Gedebage

Smallest Font
Largest Font

DPRD Jawa Barat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna membuka gerbang Tol Padaleunyi KM 151 dan memperpanjang operasional gerbang Tol KM 149 pada Sabtu (5/9/2026). Langkah ini diusulkan untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat pertandingan Persib Bandung.

Pengoperasian penuh kedua akses tol tersebut dinilai dapat memecah penumpukan kendaraan masyarakat dan suporter yang selama ini terpusat di wilayah Gedebage.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari menegaskan penanganan kemacetan saat penyeleggaraan laga Persib membutuhkan keterpaduan antara jadwal pertandingan dan operasional fasilitas publik.

"Harus sinergis dengan kebutuhan masyarakat. Contoh, Persib main malam hari, fasilitas umum yang digunakan itu harus sinergis dengan jadwal. Whoosh itu habis jam 21.00, sedangkan pertandingan normalnya kan jam 20.45," ucap Zaini, Sabtu (5/9/2026).

Zaini menjelaskan penyesuaian jadwal moda transportasi umum sangat krusial mengingat alokasi waktu yang dibutuhkan penonton untuk keluar dari area stadion.

"Sedangkan perjalanan dari stadion ke Whoosh itu hampir dipastikan tidak mungkin 10 menit gitu. Paling cepat itu 15 menit ya kan? Karena keluar dari area stadionnya, jalan ke area parkiran itu makan waktu paling cepat 15 menit. Itu salah satunya," katanya.

Selain fasilitas transportasi publik, ketersediaan prasarana jalan tol menuju kawasan GBLA juga menjadi sorotan utama DPRD Jawa Barat.

"Termasuk juga akses pintu tol. Akses pintu tol 151 itu kan sudah ada, tapi tidak pernah dipakai. Sehingga arus kendaraan itu kan semua numpuk kalau di Gedebage semua, atau nggak masuk lagi ke tol Buah Batu," ungkapnya.

Dampak penumpukan kendaraan di kawasan GBLA dilaporkan kerap meluas hingga ke jalur-jalur utama di wilayah Bandung Timur.

"Jadi nggak selalu setiap ada pertandingan Persib itu numpuk, bahkan kalau pertandingannya misalnya big match itu kan sampai ke Soekarno-Hatta macetnya. Belum di Cimencrang, ada Al Jabbar, apalagi dikasih hujan," kata dia.

Guna menyelesaikan persoalan penataan arus lalu lintas tersebut, Zaini mendorong keterlibatan aktif Pemerintah Kota Bandung bersama para pemangku kepentingan lainnya.

"Jadi maksudnya harus ya banyak pihak, stakeholder terlibat di situ, bersama-sama ini terutama pemerintah kota," ujarnya.

Pihaknya menilai pembenahan infrastruktur dan lalu lintas di kawasan Bandung Timur masih lambat jika dibandingkan dengan area pusat Kota Bandung.

"Iya kalau saya Bandung Timur masih ini ya, jalan di tempat sepertinya ya. Karena kalau saya lihat di di tengah ya Bandung itu sudah mulai bersih," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed