Dua Pembalap Indonesia Gagal Raih Poin di GP Aragon 2026
Dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, gagal membawa pulang poin usai menyelesaikan balapan Moto3 dan Moto2 Grand Prix Aragon di Sirkuit Motorland Aragon, Alcaniz, Spanyol, Minggu (30/8/2026).
Pada kelas Moto3, Veda Ega Pratama harus memulai balapan dari urutan ke-22. Pembalap berusia 17 tahun itu sempat merangsek naik ke posisi ke-16 pada fase awal lomba sebelum akhirnya melorot dan finis di peringkat ke-20 dengan selisih 30,074 detik dari sang pemenang, Maximo Quiles.
Hasil ini membuat posisi Veda turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 97 poin. Valentin Perrone menggeser Veda ke posisi keenam setelah finis kedelapan dan mengumpulkan 103 poin, sementara Hakim Danish membuntut di posisi kedelapan dengan 90 poin.
Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team memenangi balapan usai mengalahkan David Almansa dan Marco Morelli. Quiles kini makin kokoh di puncak klasemen sementara Moto3 dengan total 256 poin.
Sementara itu, Mario Aji yang berlaga di kelas Moto2 memulai balapan dari posisi ke-26 dan hanya mampu mengakhiri perlombaan di urutan ke-24. Hasil tersebut menahan posisi Mario di peringkat ke-27 klasemen sementara dengan torehan 3 poin. Balapan Moto2 GP Aragon sendiri dimenangi oleh Alonso Lopez, sedangkan pemuncak klasemen Manuel Gonzalez finis di posisi keenam.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil minim poin yang diraih oleh seluruh pembalapnya di GP Aragon.
"Ini adalah balapan yang sangat berat," kata Aoyama, dilansir dari BolaSport.com.
Aoyama menjelaskan bahwa kendala teknis pada ban memicu penurunan performa pembalapnya saat melintas di trek.
"Kami mengharapkan skenario dan hasil yang sangat berbeda, tetapi sayangnya kedua pembalap mengalami masalah masing-masing selama balapan," ujar Aoyama.
Aoyama menambahkan bahwa masalah pengereman mulai menghambat laju Veda saat memasuki pertengahan lomba.
"Pada bagian awal balapan, mereka masih kompetitif, tetapi sejak pertengahan balapan, Veda mulai mengalami kesulitan dalam mengerem motornya dan melakukan beberapa kesalahan," tutur Aoyama.
Ia menyebut kesalahan tersebut berimbas langsung pada penurunan posisi Veda di arena balap.
"Hal itu membuatnya kehilangan banyak posisi dan konsistensi," kata Aoyama.
Terkait penampilan Mario Aji di kelas Moto2, Aoyama menilai posisi finis sang pembalap terbantu oleh insiden yang dialami rider lain.
"Mario memulai dari posisi ke-26 dan finis ke-24. Beberapa posisi didapat karena kecelakaan pembalap lainnya," kata Aoyama.
Aoyama menegaskan timnya belum menunjukkan peningkatan performa secara nyata sepanjang pekan balapan.
"Jadi, realitanya kami tidak meningkat sejauh yang kami inginkan dari balapan," kata Aoyama.
Aoyama berharap para pembalapnya mampu menunjukkan peningkatan posisi yang lebih baik.
"Sejujurnya, saya mengharapkan lebih dari kedua pembalap (Mario dan Furusato). Kami berharap bahwa kami bisa meningkat dan mendapatkan posisi," kata Aoyama.
Aoyama menutup evaluasinya dengan menyoroti kendala performa yang dialami tim sepanjang akhir pekan di Spanyol.
"Akan tetapi, kami menghadapi kesulitan sepanjang akhir pekan dan tidak dapat menemukan performa yang diperlukan," kata Aoyama.
| Posisi | Pembalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | 256 |
| 2 | Alvaro Carpe | 159 |
| 3 | David Almansa | 154 |
| 4 | Brian Uriarte | 138 |
| 5 | Marco Morelli | 131 |
| 6 | Valentin Perrone | 103 |
| 7 | Veda Ega Pratama | 97 |
| 8 | Hakim Danish | 90 |
| 9 | Matteo Bertelle | 71 |
| 10 | Rico Salmela | 60 |
| 11 | Guido Pini | 59 |
| 12 | Joel Esteban | 59 |
| 13 | Adrian Fernandez | 57 |
| 14 | Adrian Cruces | 56 |
| 15 | Joel Kelso | 53 |
Setelah GP Aragon, kompetisi Moto3 dan Moto2 rehat selama satu pekan sebelum berlanjut ke seri GP San Marino di Sirkuit Misano, Italia, pada 11-13 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow