EdUHK Kembangkan Platform AI Tingkatkan Performa Belajar Matematika Siswa
Kecerdasan buatan (AI) sering kali dikaitkan dengan penggunaan instan untuk mencari jawaban tugas, tetapi berbeda dengan aplikasi AI yang dikembangkan Education University of Hong Kong (EdUHK).
Platform bernama EASE ini dirancang untuk membantu pembelajaran matematika dengan pendekatan personalisasi yang mendalam. EASE menyediakan asesmen individu dan mengidentifikasi kebutuhan belajar setiap siswa secara spesifik.
Aplikasi ini menawarkan beberapa fitur seperti saran alur belajar yang dipersonalisasi, umpan balik waktu nyata, penilaian otomatis, analisis kesalahan, dan laporan kemajuan belajar. Selain itu, EASE juga membantu guru dalam pengambilan keputusan pengajaran berdasarkan data performa siswa.
Kepala Departemen Kurikulum dan Pengajaran EdUHK, Yan Zi, menyatakan bahwa EASE berperan sebagai asisten pembelajaran yang mendorong kemandirian dan kebiasaan belajar yang berkelanjutan. Platform ini dikembangkan pada tahun 2024 oleh tim riset yang dipimpinnya.
Sejak Juni 2025, lebih dari 2.200 siswa sekolah dasar dan menengah mengikuti riset penggunaan EASE yang menunjukkan hasil positif dalam kebiasaan dan capaian belajar.
Selama periode percobaan pada awal 2026, pengguna rutin aplikasi ini meningkatkan pengumpulan pekerjaan rumah hingga 70%. Mereka juga secara sukarela menyelesaikan sekitar 456 latihan dan 43% di antaranya aktif memperbaiki kesalahan dalam pembelajaran.
Tingkat jawaban benar saat mulai menggunakan EASE berada di kisaran 50-54%. Namun, setelah 12 minggu, akurasi mereka meningkat menjadi 72% untuk tugas di luar sekolah dan 82% untuk tugas sekolah yang diberikan guru.
Data Analisis untuk Mendukung Guru
Selain membantu siswa, EASE memberikan data analisis yang komprehensif kepada guru terkait performa belajar individu maupun kelas secara keseluruhan. Informasi ini membantu guru dalam menentukan strategi pengajaran yang lebih tepat sasaran.
Menurut Prof Yan Zi, yang paling penting adalah desain platform yang mendukung pembelajaran mandiri dengan posisi AI sebagai pendamping, bukan pengganti usaha siswa.
"Dengan memperbaiki kesalahan saat berlatih, siswa memperdalam pemahaman mereka. Peningkatan skor hanyalah hasil sampingan, nilai yang lebih hakiki terletak pada pembentukan kebiasaan belajar berkelanjutan dan perbaikan kesalahan," ujar Prof Yan Zi.
Informasi ini dikutip dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow