Enzo Maresca Ungkap Visi dan Pilihan Kapten di Manchester City
Enzo Maresca, pelatih baru Manchester City, mengungkapkan visi klub dan pilihan kapten tim untuk musim 2026/2027 pada Agustus 2026.
Maresca menilai karakter dan kemampuan Elliot Anderson sebagai kunci perekrutannya dari Nottingham Forest. Pemain Inggris berusia 23 tahun itu menunjukkan performa luar biasa di Liga Premier dan Piala Dunia 2026.
"Sosok pribadinya, karakternya sebagai manusia, dan Elliot memiliki semua kualitas tersebut," ujar Maresca dalam wawancara bersama City Studios di Seoul.
"Dia adalah pemain yang luar biasa, pribadi yang menyenangkan, rendah hati, serta santun, dan saya sangat senang bisa bekerja sama dengannya," tambahnya.
Maresca juga berbicara soal tekanan besar menggantikan Pep Guardiola yang telah memimpin City selama satu dekade dengan berbagai gelar bergengsi. Ia menganggap ini sebagai kehormatan dan bukan beban.
"Setelah 10 pertandingan, entah kami mengumpulkan 10, 20, atau 30 poin, orang-orang pasti akan membandingkan pencapaian saya dengan Pep pada tahap yang sama; hal itu tidak memberikan tekanan bagi saya," kata Maresca dilansir ESPN.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan, baik saat masih di Leicester City maupun Chelsea, bahwa dia adalah manajer terbaik di dunia dalam kurun waktu 15 atau 20 tahun terakhir," tambahnya.
Maresca mengisahkan pertemuan dengan Guardiola di Barcelona sebelum resmi meneken kontrak bersama City. Mereka menghabiskan waktu bersama untuk berdiskusi tentang klub dan visi ke depannya.
Soal kapten tim, Maresca menjelaskan bahwa Erling Haaland kemungkinan besar tidak akan menjadi kapten utama musim depan karena pertimbangan teknis.
"Saat (melatih) di Leicester (City) dan Chelsea, saya punya aturan bahwa ketika kami mencetak gol, kapten harus mendatangi bangku cadangan-bukan untuk merayakan gol, melainkan untuk menerima instruksi," ujar Maresca dikutip detikSport dari The Athletic.
"Namun, jika kapten sendiri yang mencetak gol, barulah dia boleh merayakannya. Kalau Erling yang jadi kapten... gawat! Kami bakal punya masalah, bisa kalian bayangkan?" tambahnya.
Maresca menegaskan peran kapten tidak hanya soal kepemimpinan, tapi juga mengatur komunikasi instruksi di lapangan, terutama setelah gol tercipta.
Dengan perubahan komposisi kapten akibat kepergian beberapa pemain, Manchester City mempertimbangkan menambah pemain Inggris seperti Phil Foden atau Marc Guehi ke dalam kelompok kapten.
Maresca menilai menangani Manchester City sebagai pekerjaan terbaik di dunia sepak bola. Ia mendapat dukungan dari jajaran petinggi klub yang memiliki visi serupa untuk terus mengembangkan klub dan memenangkan pertandingan.
"Ini pekerjaan yang fantastis, menyenangkan dan sangat menarik. Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan," kata Maresca.
"Yang paling penting bagi saya adalah Khaldoon, Hugo dan Ferran memiliki pemikiran yang sama. Tentu saja, ini klub yang harus memenangkan pertandingan, meraih gelar dan terus bersaing," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow