Erupsi Gunung Anak Krakatau UI Terapkan PJJ dan WFH Daring

Smallest Font
Largest Font

Universitas Indonesia (UI) memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah (WFH) pada 7–8 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang melingkupi wilayah DKI Jakarta, Depok, dan sekitarnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kebijakan mitigasi kesehatan dan keselamatan sivitas akademika tersebut tertuang resmi dalam Surat Edaran Rektor UI Nomor: SE-2465/UN2.R/SDM.05/2026.

Pihak kampus menyampaikan pengumuman langkah antisipasi tersebut melalui media sosial resminya.

"Sehubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk wilayah DKI Jakarta, Depok dan sekitarnya, serta dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan sivitas akademika, dan memastikan keberlangsungan kegiatan Universitas Indonesia, perlu dilakukan langkah mitigasi terhadap dampak kondisi tersebut," tulis UI melalui akun Instagram.

Pelaksanaan PJJ dan WFH ini dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan evaluasi aktivitas Gunung Anak Krakatau serta arahan instansi berwenang. Meski demikian, kegiatan praktikum atau akademik yang memerlukan kehadiran fisik tetap berjalan luring sesuai aturan fakultas, dengan imbauan ekstra menjaga keselamatan bagi aktivitas luar ruangan.

Pengecualian WFH juga berlaku bagi unit kerja yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat dan sivitas akademika, seperti layanan kesehatan, keamanan, kebersihan, teknisi, serta layanan terpadu yang tetap wajib bekerja dari kantor.

Selain mengatur skema PJJ dan WFH, UI meminta sivitas akademika mengimbau penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, melindungi saluran pernapasan, mata, dan kulit, serta segera mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan kesehatan.

Sementara itu, analisis citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB mengonfirmasi adanya dua klaster sebaran abu vulkanik yang menjangkau Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Otoritas cuaca menjelaskan bahwa pergerakan abu vulkanik terdeteksi meluas ke beberapa penjuru wilayah udara Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani melalui keterangan resmi BMKG menjelaskan abu vulkanik pada ketinggian sampai 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut sampai selatan, mencakup Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Selain itu pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya sampai barat laut mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed