PJJ Diperpanjang di Tangerang dan Dibatalkan di Jakarta Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pemerintah Kota Tangerang memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Jumat, 11 September 2026, menyusul ancaman paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan pembelajaran tatap muka kembali normal pada 9 September setelah kondisi abu vulkanik menurun.
Perpanjangan PJJ di Tangerang dan wilayah Banten dilakukan sebagai langkah perlindungan kesehatan siswa dari dampak abu vulkanik yang masih terjadi. Pemprov Banten juga memperpanjang PJJ bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus hingga Jumat (11/9/2026).
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak.
"Karena kesehatan itu segalanya buat anak-anak kita. Jadi kita bukan berpikir hanya untuk hari ini. Bagaimana proses belajar mengajar anak-anak kita terus berjalan, dengan menjaga kesehatan masing-masing," ujar Sachrudin saat ditemui di lokasi uji emisi, Rabu (9/9).
Sachrudin juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
"Masalah kesehatan ini buat semuanya. Masyarakat tetap waspada, tidak perlu panik, tapi waspada. Menjaga kesehatan itu dari diri kita masing-masing. Kita lindungi diri kita agar tetap sehat," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pembelajaran tatap muka di Jakarta dilakukan kembali mulai 9 September. Keputusan ini diambil setelah kondisi abu vulkanik menurun drastis dan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta sudah berjalan normal.
"Yang pertama untuk PJJ, besok sekolah normal kembali. Tadi saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengeluarkan surat edaran," kata Pramono pada Selasa (8/9) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Pramono menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) sedang dilakukan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik dengan penyemaian awan menggunakan pesawat Cessna C208 Caravan sebanyak lima sorti.
"Sebenarnya hari ini kita sudah menerbangkan pesawat Cessna sebanyak lima sorti, tetapi memang awannya itu masih nggak cukup," ujarnya.
Pramono berharap hujan dapat turun untuk membersihkan udara, namun ia menegaskan bahwa hujan adalah kehendak Tuhan.
"Kalau orang atau saya ditanya apakah hujan ini karena OMC atau karena Gusti Allah, ya pasti karena Gusti Allah-lah," jelasnya.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi dengan status siaga level III sejak 2 Juli 2026. Aktivitas erupsi sudah menurun, namun abu vulkanik masih keluar dan menyebar ke arah samudra.
"Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada," ujar Gubernur Andra.
Andra juga mengungkapkan ada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai sekitar 4.500 kasus, naik dari biasanya sekitar 2.000 kasus akibat paparan abu vulkanik.
"Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata Andra.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengonfirmasi erupsi tipe strombolian masih terjadi dengan potensi melontarkan material hingga lebih dari dua kilometer.
"Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya," tegas Nugraha.
Usai rapat koordinasi, Gubernur Andra meninjau SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang, yang tengah melakukan pembersihan debu vulkanik dari area sekolah dengan teknik pembasahan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow