PT Esa Medika Mandiri Tbk Gelar IPO Incar Dana Rp269 Miliar

Smallest Font
Largest Font

PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering yang dijadwalkan memulai masa penawaran awal pada Senin, 22 Juni 2026.

Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran manusia ini melepas sebanyak-banyaknya 522.857.000 lembar saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Melalui aksi korporasi ini, perseroan menetapkan harga penawaran awal di kisaran Rp446 sampai Rp515 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana segar maksimal Rp269,27 miar dan mencapai kapitalisasi pasar hingga Rp897,7 miliar.

Manajemen mempercayakan posisi penjamin pelaksana emisi efek kepada BRI Danareksa Sekuritas dan Ina Sekuritas Indonesia, dengan target pencatatan saham di bursa pada 8 Juli 2026. Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan bisnis perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih tahun berjalan sebesar 188 persen menjadi Rp32,43 miliar pada tahun 2025 dari sebelumnya Rp11,25 miliar pada tahun 2024.

Rencana alokasi dana hasil IPO akan digunakan untuk tiga kebutuhan utama perusahaan. Sekitar Rp50 miliar dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok utang di Bank INA, sebesar 11,8 persen untuk belanja modal pembangunan gedung pabrik anak usaha di Cikupa, dan porsi terbesar yakni 68,7 persen ditujukan sebagai modal kerja pengadaan bahan baku serta persediaan.

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja memaparkan bahwa ekspansi ini sejalan dengan tingginya kebutuhan fasilitas medis nasional yang andal dan terintegrasi dalam jangka panjang.

"Di tengah perkembangan kebutuhan alat kesehatan, Esa Medika Mandiri ingin mengambil peran sebagai mitra yang mampu menghadirkan solusi alat kesehatan yang andal, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang bagi sektor kesehatan nasional," ujar Florian Chris Widjaja, Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri pada Selasa, 16 Juni 2026 sebagaimana dilansir dari idxchannel.com.

Perusahaan yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor ini menguatkan struktur operasional melalui standardisasi Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB).

"Kami memahami bahwa kebutuhan pasar tidak lagi hanya berfokus pada pengadaan alat, tetapi juga pada ketersediaan mitra jangka panjang yang mampu memastikan instalasi, pelatihan, pemeliharaan, dan dukungan teknis berjalan secara konsisten," ujarnya.

Langkah strategis ini didukung kesiapan prospektus yang menyebutkan bahwa jika dana hasil IPO tidak mencukupi, sisa kebutuhan operasional akan ditutupi menggunakan kas internal atau pinjaman perbankan.

"Jika hasil IPO belum mencukupi, perusahaan akan menutup kebutuhan lewat kas internal atau pinjaman perbankan," jelas prospektus IPO EMMI dilansir dari EmitenNews.com.

Struktur kepemilikan pasca-IPO juga akan memfasilitasi Employee Stock Option Program sebesar maksimal 10 persen dari saham IPO untuk para karyawan perusahaan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed